Jarum jam menunjuk pukul 08.00 WIB. Suasana GOR Soemantri Brodjonegoro (GMSB Kuningan) mendadak berubah menjadi arena ‘pertempuran’ yang riuh. Sorak-sorai pendukung dari berbagai kantor hukum memecah keheningan Minggu (30/11/2025) pagi, mengiringi Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH) XXVI. Bukan di ruang sidang, kali ini para praktisi hukum saling berhadapan medan laga lapangan bulu tangkis.
Kawasan GMSB dipadati 48 regu dari 16 firma hukum yang bersiap memperebutkan gelar juara. Kompetisi ini tak hanya menguji fisik, tetapi juga kecerdasan taktis, dengan format regu yang meliputi ganda campuran, tunggal, dan ganda bebas. Menariknya, ajang ini seolah menjadi antitesis dari dunia kerja para lawyer.
Kalangan praktisi hukum, yang biasanya ‘adu argumentasi’ sengit dalam kasus-kasus rumit di meja hijau, kini dipersatukan dalam semangat sportivitas di arena olahraga. Bulu tangkis, satu dari tujuh cabang yang dipertandingkan, menjadi medium di mana ketegangan kasus digantikan oleh fokus pada smash dan drop shot.
Diawali dengan jabat tangan formal dan lempar koin untuk menentukan servis, keseriusan terlihat jelas. Setiap pemain tampak mengerahkan segalanya, bahkan beberapa tim tak ragu mengambil time-out untuk mendiskusikan ulang strategi dengan pelatih. Di tengah hiruk- pikuk GMSB, logika hukum untuk sesaat berganti menjadi logika shuttlecock -bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis biasa dikenal kok-, menuntut perhitungan cepat dan eksekusi yang presisi.
Baca juga:
- Diwarnai Walk Out, Dentons HPRP Raih Gelar Kampiun Futsal Putri PPAKH XXVI
- Adu Skill dan Kerja Sama Tim Dipertunjukan dalam Turnamen Futsal Putri PPAKH XXVI
- Bertarung Sengit, 4 Law Firm Lolos ke Semifinal Futsal Putri PPAKH XXVI

Suasana pertandingan bulu tangkis regu tunggal dalam ajang PPAKH XXVI. Foto: Ferinda
Di dalam kehangatan Hall C - GMSB Kuningan, sorak-sorai penonton seolah menjadi iringan musik bagi pertarungan di tiga lapangan bulu tangkis. Bukan sekadar memukul kok, sepanjang mata memandang, para pemain mempertontonkan kebolehan teknik yang menjadi senjata utama mereka.
Permainan tunggal khususnya, berhasil memukau. Dari reli-reli panjang yang menguji kesabaran dan fisik hingga serangan agresif yang ‘meledak-ledak’ di depan net. Setiap pergerakan, smash, dan strategi yang terjalin rapi di udara adalah tontonan memikat. Seolah menegaskan bulu tangkis adalah perpaduan sempurna antara kekuatan fisik dan kecerdasan taktis.
















