Terbaru

Presiden Jokowi: Pembangunan IKN Harus Dijaga Keberlanjutannya

Ibu Kota Nusantara bukanlah sekedar ibu kota biasa, tapi kota rimba dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan kelas dunia.

Oleh:
Rofiq Hidayat
Bacaan 2 Menit
Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia di Gedung MPR, Selasa (16/8/2022). Foto: RES
Presiden Joko Widodo di Sidang Tahunan MPR memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia di Gedung MPR, Selasa (16/8/2022). Foto: RES

Rencana pemindahan dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur kian serius. Apalagi sejak adanya UU No.3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara menjadi payung hukum dalam melaksanakan rencana tersebut. Apalagi Pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin mewanti-wanti agar proses pemindahan dan pembangunan IKN mesti berlangsung keberlanjutannya tetap terjaga.

“Pembangunan Ibu Kota Nusantara harus dijaga keberlanjutannya,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-77 di Gedung MPR, Selasa (16/8/2022).

Dalam mewujudkan keberadaan Ibu Kota Nusantara nantinya, tak sekedar diperuntukan bagi para aparatur sipil negara. Namun pula diperuntukan bagi para inovator dan para wirausahawan. Malahan Ibu Kota Nusantara tak hanya diisi kantor-kantor pemerintah, tapi juga motor penggerak ekonomi baru.

Bagi mantan Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2014 itu, Ibu Kota Nusantara bukanlah sekedar ibu kota biasa. Tapi kota rimba dengan pelayanan pendidikan dan kesehatan kelas dunia. Boleh dibilang, harapan Ibu Kota Nusantara berkelas dunia. Kawasan inti pusat pemerintahan memang dibangun melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Tapi kekurangannya sebesar 80 persen mengundang investor agar dapat berpartisipasi. “Semua agenda tersebut harus ditopang oleh manusia Indonesia yang unggul,” kata Presiden.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan jalan pembangunan perlu terjamin keberlangsungannya tanpa bergantung pada momen elektoral lima tahunan. Termasuk di dalamnya pemindahan Ibu Kota Nusantara yang tidak boleh terhenti lantaran adanya  penggantian kepemimpinan nasional.

Menurutnya, pembangunan Ibu Kota Negara merupakan proyek jangka panjang. Dalam mewujudkan keberadaan Ibu Kota Nusantara menjadi kota dunia yang berkelanjutan dengan konsep smart, green, blue city. Serta hubungan bagi perekonomian nasional dan regional, dibutuhkan haluan negara serta konsistensi lintas pemerintahan.

“Tidak hanya itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi katalis, untuk mendorong Indonesia melakukan lompatan teknologi,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait