Presiden Jokowi Yakin Tax Amnesty Sukses
Berita

Presiden Jokowi Yakin Tax Amnesty Sukses

Presiden Joko Widodo meyakini Indonesia merupakan salah satu negara yang sukses dalam melakukan program "tax amnesty".

ANT | Sandy Indra Pratama
Bacaan 2 Menit
Presiden Joko Widodo pada kesempatan itu juga mengatakan masih ada peluang yang dapat diraih untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski beberapa lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, dan OECD memprediksi perlambatan ekonomi masih terjadi.Presiden Jokowi yang baru saja kembali dari pertemuan G20 di Hangzhou, China, beberapa pekan yang lalu mengatakan bahwa dari sejumlah kepala negara yang hadir, Perdana Menteri India Narendra Modi yang paling optimistis dengan pertumbuhan ekonomi negaranya."Pertemuan G20 kemarin yang saya lihat paling optimis Narendra Modi, masih optimis dan (pertumbuhan) akan naik lagi. Saya ingin mengambil poinnya, maksud saya kalau India itu berani optimis kenapa kita juga tidak (optimis). Tetapi tetap dengan pembenahan-pembenahan di dalam yang kita harus lakukan. Kalau kita tidak melakukan itu saya pastikan kita akan ditinggal," ujar Presiden.Oleh karena itu meski saat ini perekonomian nasional sangat terdampak oleh perkembangan ekonomi dunia dimana harga komoditas yang masih belum membaik dan juga ketidakpastian kebijakan keuangan yang belum jelas arahnya ke mana, Presiden tetap optimistis masih ada peluang yang diraih untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. (Baca juga: Sinyal Kemenkeu Tak Perpanjang Periode I Amnesti Pajak)"Memang kalau ketergantungan kita pada APBN untuk mestimulasi pertumbuhan iya, tapi kalau saya ingin investasi (besar-besaran) harus masuk," ucapnya.Dalam perjalanannya ke beberapa negara, Presiden merasakan kurangnya arus modal yang masuk dikarenakan masih ada masalah dan kendala dalam berinvestasi di dalam negeri."Meskipun kita sudah berusaha untuk menyelesaikan itu," ujar Presiden.



Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info