Prof. Hadi Subhan Kembali Raih Anugerah Dosen Hukum Favorit Universitas Airlangga 2025
Terbaru

Prof. Hadi Subhan Kembali Raih Anugerah Dosen Hukum Favorit Universitas Airlangga 2025

Anugerah ini memiliki makna penting karena datang dari pihak eksternal. Hal ini menunjukkan kinerja dan kontribusi dosen dinilai dari keterdampakannya.

Hanifah Dwi Jayanti
Bacaan 3 Menit
Dekan FH Universitas Airlangga, Prof. Hadi Subhan (kiri), menerima plakat Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025, dari Founding Partner Arkananta Vennootschap, Alfin Sulaiman. Foto: RES
Dekan FH Universitas Airlangga, Prof. Hadi Subhan (kiri), menerima plakat Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025, dari Founding Partner Arkananta Vennootschap, Alfin Sulaiman. Foto: RES

Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair), Prof. Hadi Subhan, kembali menerima penghargaan Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025 yang diselenggarakan oleh Hukumonline. Penghargaan ini menjadi yang kedua kalinya diraih Prof. Hadi secara berturut-turut, setelah pada tahun sebelumnya ia juga dinobatkan sebagai Dosen Hukum Favorit, bahkan di tingkat nasional.

Menanggapi penghargaan tersebut, Prof. Hadi menegaskan sejak awal dirinya tidak pernah memiliki ambisi untuk mengejar popularitas atau gelar sebagai dosen favorit. Menurutnya, penghargaan ini justru menjadi refleksi atas dampak yang diberikan seorang dosen kepada lingkungan sekitarnya.

“Sebagai dosen, sebenarnya tidak ada niat atau cita-cita untuk menjadi dosen favorit atau terkenal. Itu bukan mimpi kami. Tetapi penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memberikan dampak, baik kepada mahasiswa, kolega dosen, institusi, maupun masyarakat,” ucapnya saat ditemui Hukumonline, Rabu (14/1).

Guru Besar Hukum Kepailitan itu menilai anugerah tersebut memiliki makna penting karena datang dari pihak eksternal. Hal ini menunjukkan kinerja dan kontribusi dosen dinilai dari keterdampakannya, bukan dari penilaian diri sendiri. Prof. Hadi juga mengapresiasi Anugerah Dosen Hukum Favorit yang digagas Hukumonline karena dinilai memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan penghargaan dosen pada umumnya.

“Penghargaan seperti ini sangat jarang, apalagi yang spesifik untuk dosen hukum. Kalau di kementerian memang ada dosen berprestasi, tapi ukurannya sering kali sangat tekstual. Sementara Hukumonline melihat aspek substantif, rekam jejak penelitian, dan kolaborasi dengan mahasiswa. Itu yang membuat penghargaan ini luar biasa,” katanya.

Terkait penilaian yang melibatkan mahasiswa secara langsung, Prof. Hadi menegaskan tidak ada kiat khusus untuk menjadi dosen favorit. Namun, ia menekankan pentingnya membangun relasi yang setara dan komunikatif dengan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak boleh diposisikan sebagai subordinasi dosen. Mereka adalah konsumen internal dari jasa pendidikan yang kita berikan. Hubungan dosen dan mahasiswa harus setara, tentu dengan nilai-nilai yang tetap dijaga,” ujarnya.

Hukumonline.com

Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH Unair), Prof. Hadi Subhan. Foto: RES

Lebih jauh, Prof. Hadi menyoroti peran strategis pendidikan hukum dalam menentukan wajah hukum Indonesia ke depan. Ia menilai fakultas hukum merupakan wadah bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang hukum. Oleh karena itu, ia menegaskan pendidikan hukum merupakan salah satu tonggak utama dalam upaya memperbaiki sistem hukum nasional.

“Hakim, jaksa, polisi, pengacara, hingga in-house lawyer semuanya digodok di fakultas hukum. Jadi, wajah hukum Indonesia ke depan merupakan refleksi dari wajah pendidikan hukum saat ini,” jelasnya.

Prof. Hadi berharap Anugerah Dosen Hukum Favorit dapat terus diselenggarakan dan diperluas cakupannya. Ia juga berharap kolaborasi antar-fakultas hukum, baik negeri maupun swasta, dapat semakin diperluas agar penghargaan tersebut menjadi sumber inspirasi bagi dunia pendidikan hukum secara nasional.

“Harapannya ini tetap dilakukan, karena ini juga memberikan motivasi ke dosen dan juga bisa menjadi mirroring bagi dosen-dosen yang lain. Bahwa menjadi dosen itu memerlukan satu pengabdian dan juga satu komitmen untuk mencintai profesi tersebut,” tandasnya.

Hukumonline.com

Prof. Hadi Subhan dan Alfin Sulaiman berfoto bersama usai pemberian plakat Anugerah Dosen hukum Favorit 2025. Foto: RES

Sementara itu, Founding Partner Arkananta Vennootschap, Alfin Sulaiman, yang menjadi pendukung ajang Anugerah Dosen Hukum Favorit 2025, menilai penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi yang penting dan bermakna. Menurutnya, kualitas pendidikan hukum sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya.

“Penghargaan ini tidak hanya menilai kecakapan akademik, tetapi juga keteladanan, kedekatan, dan dampak dosen dalam membentuk karakter mahasiswa,” katanya.

Alfin menambahkan, dukungan Arkananta terhadap ajang ini merupakan komitmen untuk memperkuat ekosistem pendidikan hukum. Ia menyebut kualitas profesi hukum di masa depan sangat bergantung pada proses pendidikan yang menanamkan nilai, etika, dan integritas sejak dini. Lebih lanjut, ia berharap Anugerah Dosen Hukum Favorit dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda yang kredibel, inklusif, serta berdampak luas.

“Bukan hanya sebagai ajang penghargaan, tetapi juga ruang refleksi dan inspirasi bagi dosen hukum untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan keteladanan,” pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info