Menurut Ratih, secara teori autorisme, dalam pribadi setiap manusia normal, dorongan alamiah yang ada pada manuisa normal yang hati nuraninya berkembang dengan baik, akan muncul reaksi menolong jika ada orang lain yang sedang dalam kesusahan dan kemudian menolong. Dan hal tersebut bersifat universal.
“Sifatnya (dorongan ilmiah) hakiki dalam manusia, secara otomatis itu ada dan bukan hal yang aneh dan perlu dibuat mengada-ada karena ini akan langsung dibuat oleh yang bersangkutan,” kata Ratih saat tampil sebagai ahli dalam persidangan kopi sianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (15/8).
Ratih melanjutkan, Jessica yang saat itu berada di dekat seorang teman yang sudah lama tidak terhubung yakni Mirna, dengan acara reuni, berada dalam situasi yang sama, dan Mirna mendapatkan musibah, perilaku Jessica menjadi tidak normal. Dalam teori autorisme tersebut, kata Ratih, sikap Jessica menjadi tidak biasa karena terlihat diam. Padahal helping behavior berlaku universal bagi semua manusia normal di seluruh belahan dunia.
“Ketika sama-sama terancam, akan menyelamatkan diri sendiri. Jika kita bukan pribadi yang terancam cenderung akan menampilkan perilaku membantu orang yang sedang terancam,” tukasnya.
















