
Jamdatun, Narendra Jatna menegaskan keberadaan STHI Adhyaksa terinspirasi dari perguruan tinggi hukum di Indonesia yang telah berkontribusi pada pembangunan hukum. Foto: HFW
Dia menargetkan pada 2025 mendatang status STIH Adhyaksa dapat berubah menjadi universitas. Nantinya, terdapat program studi kesehatan sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU No.16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia bahwa instansi ini diamanatkan menjalankan kesehatan yustisial.
“Ini sejalan dengan Kejaksaan untuk membangun rumah sakit yang sudah berjalan di Jakarta dan Banten,” jelas Narendra.
Ke depan, kampus ini juga menargetkan menjadi perguruan tinggi berbadan hukum sejalan dengan Peraturan Pemerintah No.4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Dan Pengelolaan Perguruan Tinggi.
“Dengan fasilitas gedung luar biasa ini, dalam blue print akan ada pengembangan lanjutan dan menjadi tempat modern yang adopsi standar internasional,” imbuh Narendra.

Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah memberikan sambutannya. Foto: HFW
Sementara itu, Ketua STIH Adhyaksa, Hasbullah menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan kepada para pihak yang mendukung pembangunan gedung baru ini. Meski baru berdiri dua tahun, menurut Hasbullah kampus STIH Adhyaksa mampu mendapat kepercayaan dari pihak luar baik nasional dan internasional.
“Dengan menyematkan nama Adhyaksa pada kampus ini, merupakan amanat dan marwah yang harus kami jaga. Ini menjadi nama yang sangat kami jaga dalam kualitas pelaksanaan pendidikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan nilai-nilai Adhyaksa tersebut diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum kampus. Hasbullah berharap lulusan STIH Adhyaksa mengedepankan hati nurani, kebenaran dan keadilan dalam menjalankan setiap profesinya sebagai praktisi hukum.
















