Cuaca di Jakarta memang tidak menentu, kadang gelap, kadang bisa terang benderang. Meskipun musim kemarau, tetapi hujan kerap kali turun. Musim kering yang basah, pemerintah menyebutnya. Ada yang berbeda dari musim biasanya.
Melangkah ke Jakarta, tepatnya di kawasan Sudirman, cuaca yang tidak menentu tidak membuat salah satu kawasan segitiga emas ini sepi. Lalu-lalang kendaraan, para pegawai yang terburu-buru ingin masuk kantor terlihat sangat jelas di daerah ini.
Masih di kawasan Sudirman, langkah kaki ini pun menuju sebuah gedung megah bernama Sahid Sudirman Center. Dengan menukar identitas terlebih dahulu, saya menggunakan lift dengan akses terbatas menuju lantai 17.
Kantor Hukum Siregar Setiawan Manalu Partnership, tujuan saya. Kantor yang dikenal dengan nama SSMP ini berulang tahun yang ke-10.
Di tengah sergapan udara pendingin udara yang berembus kencang, suasana kantor tetap riuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi di dua kuartal pertama 2025, dunia bisnis yang bergerak lambat dan berat, tampaknya tak terlalu memberikan dampak bagi SSMP. Para advokat yang relatif muda tersebut tetap sibuk melayani kebutuhan hukum klien-kliennya.
Tak terasa, satu dekade telah berlalu. Mimpi yang dirawat para partners SSMP untuk membangun institusi jasa hukum yang bonafide terus tumbuh. Berturut-turut didapuk sebagai bagian dari Largest Litigation Lawfirm, In House Counsel Recommended Choice, Elite I for Litigation, Restructuring-Banktrupcy, Commercial Dispute & Manpower, serta masuk dalam jajaran 200 Most Influenced Lawyers di Indonesia versi Hukumonline tentulah bukan pekerjaan semudah membalik telapak tangan. Menaungi tak kurang dari 55 fee earners, 20 orang di antaranya berstatus kurator dan pengurus dengan hanya lima partners membutuhkan tidak hanya ketekunan dan daya nalar hukum yang solid, tetapi tentunya strategi berbisnis yang mumpuni. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat bagi profesional yang kala membangun bisnisnya, berusia sangat muda.
Pemilik Most Innovation Brand for Lawfirm yang disematkan Hukumonline ini memang tak pernah berhenti berinovasi. SSMP tampaknya paham sepenuhnya bahwa kantor hukum terintegrasi dengan dunia bisnis. Banyak yang tak menyadari, kantor hukum selaku penyedia jasa hukum tetaplah bagian dari entitas bisnis. Mereka tak kedap dari hukum besi perubahan. Suka tak suka, setuju atau tak setuju, begitulah faktanya. Mereka yang tak mau berubah, akan lenyap ditelan zaman. Sejarah kantor hukum di Indonesia membuktikan itu. Tak banyak kantor hukum di Indonesia yang berusia lebih dari tiga dekade. Jangankan tiga dekade, banyak yang berguguran, bahkan hanya bertahan seumur jagung.
















