Shanti Prameshwara: Integritas dalam Kepemimpinan
Hukumonline NeXGen Lawyers 2025

Shanti Prameshwara: Integritas dalam Kepemimpinan

Sebagai Advokat yang fokus pada transaksi korporasi umum di berbagai sektor, Shanti meyakini integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas dan pemimpin yang baik harus terus belajar dan berkembang karena proses kepemimpinan tidak pernah berhenti pada satu titik dan selalu dinamis.

Tim Hukumonline
Bacaan 3 Menit
Associate Nusa Advocates, Shanti Prameshwara Sotyaningtyas. Foto: Istimewa
Associate Nusa Advocates, Shanti Prameshwara Sotyaningtyas. Foto: Istimewa

Bagi Shanti Prameshwara Sotyaningtyas, integritas bukan sekedar prinsip moral, melainkan salah satu kunci utama dari suatu kepemimpinan yang efektif dan berkelanjutan. Menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengetahuan luas dan kemampuan teknis, tetapi pemimpin juga harus mampu menjadi panutan melalui kejujuran, konsistensi, dan komitmen pada nilai-nilai kebenaran.

Sebagai seorang Middle Associate di Nusa Advocates, Shanti meyakini integritas adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas. Tanpa adanya kepercayaan dan kredibilitas, tidak akan pernah ada kerja sama dan kolaborasi yang berjalan efektif dan sehat dalam suatu organisasi. Kepercayaan tidak datang secara instan, tetapi dibentuk melalui proses, tindakan nyata, dan konsistensi komitmen di mana seorang pemimpin yang berintegritas harus mampu menunjukkan kesesuaian antara perkataan dan tindakan, serta siap memikul tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Dengan pengalaman pekerjaan di berbagai posisi dan situasi, Shanti telah merasakan secara langsung bagaimana integritas dapat menjadi pembeda antara kepemimpinan yang berkelanjutan dan yang rapuh di tengah tekanan. Dalam dunia hukum yang mengedepankan etika dan akuntabilitas, kepemimpinan yang berintegritas menjadi penopang dalam mengambil keputusan yang bijak dan berpihak pada kepentingan bersama.

Integritas bukan hanya melakukan hal yang benar, melainkan mencerminkan kemampuan membangun dan memelihara hubungan yang sehat dengan seluruh anggota tim. Hubungan yang dilandasi kepercayaan dan sikap saling menghargai akan menciptakan lingkungan kerja yang positif, harmonis, dan penuh semangat kolaborasi. Dalam lingkungan tersebut, setiap individu akan termotivasi untuk terus belajar dan memberikan kontribusi terbaiknya, sehingga tercipta tim yang andal dan adaptif menghadapi dinamika dan tantangan hukum yang terus berkembang.

Sebagai seorang pemimpin, Shanti memahami membangun kepercayaan dan kredibilitas memerlukan waktu, kesabaran, dan konsistensi. Salah satu pendekatan yang ia terapkan dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap anggota tim untuk mengerjakan tugas sesuai dengan kapasitas masing-masing sambil tetap memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan. Ia percaya kepemimpinan yang kuat adalah mereka yang mampu melihat potensi dalam setiap individu dan memberikan ruang untuk berkembang.

Komunikasi menjadi salah satu pilar penting dalam metode kepemimpinan yang diterapkan oleh Shanti. Advokat yang fokus pada transaksi korporasi umum di berbagai sektor termasuk energi dan pertambangan, pasar modal, industri rumah tangga dan kesehatan, serta tanah dan properti ini, selalu membuka ruang diskusi tanpa batas hierarki.

Menurutnya, komunikasi yang terbuka, dua arah, dan jujur adalah fondasi dari kerja tim yang sehat. Seorang pemimpin yang baik, harus mau mendengar, tidak hanya kabar baik, tetapi juga kritik dan saran walaupun mungkin tidak selalu nyaman untuk diterima. Kemampuan untuk mendengar secara aktif, merespons dengan empati, serta keberanian menindaklanjuti masukan menjadi bukti kepercayaan terhadap tim dan cerminan kepemimpinan yang dilandasi oleh integritas dan keterbukaan.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info