Bagi Sunarto, mengemban jabatan apapun seperti “pisau yang tajam” yang bisa menusuk sang pengemban jabatan dan masyarakat. Dalam arti, pengemban amanah harus mampu menganalisis permasalahan dan mampu memecahkan masalah di lembaga yang bersangkutan. Sebab, bila jabatan ini tidak digunakan secara profesional akan menimbulkan kedzaliman bagi diri sendiri dan masyarakat. Sebaliknya bila digunakan secara profesional akan memberi kemaslahatan bagi para pencari keadilan.
“Saya ucapkan terima kasih. Marilah kira bergandeng tangan dan memberi kontribusi positif bagi institusi ini. Karena sekecil apapun kontribusi yang diberikan akan menimbulkan manfaat bagi masyarakat dan bila kontribusi negatif yang diberikan, sekecil apapun akan mengurangi kepercayaan masyarakat,” katanya.
Sunarto lahir di Sumenep 11 April 1959 (58 tahun). Ia mengawali karir sebagai hakim pada PN Merauke pada 1987. Lima tahun kemudian pada 1992, Sunarto ditugaskan sebagai hakim PN Blora, Jawa Tengah. Lalu, sejak 1998, ia bertugas di PN Pasuruan hingga Januari 2003. Tepat 8 Januari 2003, ia dipromosikan sebagai Wakil Ketua PN Trenggalek dan tak lama kemudian Sunarto diangkat menjadi Ketua PN Trenggalek pada akhir 2003.
Beberapa tahun kemudian, ia diangkat menjadi Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Gorontalo. Setahun menjabat hakim tinggi PT Gorontalo, Sunarto dipromosikan sebagai Hakim Tinggi Pengawas pada MA. Setelah 4 tahun menjabat Hakim Tinggi pengawas, ia mendapat promosi sebagai Inspektur Wilayah II di Badan Pengawasan MA pada 25 Mei 2010. Baca Juga: MA Resmi Miliki Enam Hakim Agung Baru
Karir Sunarto di Badan Pengawasan MA mencapai puncaknya pada 30 September 2013, ketika Ketua MA melantiknya sebagai Kepala Badan Pengawasan MA. Lalu pada Agustus 2015, pria penyandang gelar doktor dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga ini dinyatakan lulus dan dilantik sebagai hakim agung. Dua tahun kemudian, suami dari Sri Anggarwati ini diangkat sebagai Ketua Kamar Pengawasan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 39/P Tahun 2017 dan telah dilantik oleh Ketua MA pada 12 April 2017.
















