Mahasiswa Program Internasional Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH UII) melaksanakan kuliah lapangan ke Panasonic Industrial Devices Batam, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran empiris bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara praktik industri manufaktur dan aspek hukum yang menyertainya.
Dosen FH UII, Dodik Setiawan Nur Heriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori hukum yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan. Khususnya dalam konteks industri berskala besar.
“Selama ini mahasiswa memperoleh pembelajaran hukum secara teoritis. Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa dapat mengamati secara empiris bagaimana hukum berperan dalam menopang kompleksitas situasi manufacturing pada perusahaan berskala besar,” ujar Dodi dalam keterangan yang diterima, Selasa (28/4/2026).
Baca juga:
- FH UII Perkuat Literasi Hukum Anak di Kampung Tua Tanjung Uma
- Pengadilan Jadi Ruang Belajar, FH UII Bangun Sinergi dengan PN dan PTUN Semarang
Kunjungan diawali dengan sesi pengantar keselamatan untuk memastikan seluruh peserta memahami prosedur keamanan selama berada di lingkungan perusahaan. Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan pemaparan melalui video profil perusahaan sebelum memasuki sesi observasi langsung.
Dalam sesi observasi, mahasiswa diarahkan ke ruang khusus yang menampilkan berbagai informasi komprehensif terkait proses manufaktur di perusahaan tersebut. Melalui papan informasi yang tersedia, mahasiswa dapat mempelajari sistem pengelolaan limbah, mulai dari proses pemilahan hingga capaian daur ulang yang diklaim mencapai 100 persen. Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem pelacakan (traceback) terhadap jenis dan berat limbah serta tingkat pendaur ulangannya.
Tak hanya itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) yang memungkinkan proses produksi berjalan secara otomatis dan terintegrasi. Sistem ini menjadi bagian dari transformasi digital yang diterapkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional.
















