"Beberapa gedung ada yang sudah memberikan asuransi untuk penjaminan kendaraan konsumen yang parkir di lahan pusat perbelanjaan," katanya.
Tetapi, Handaka mengatakan bahwa tarif parkir belum dilakukan secara menyeluruh di Jakarta. Dari 75 pusat belanja di Jakarta yang terdaftar menjadi anggota pada APPBI, hanya 10 yang sudah menaikkan tarif parkir sesuai dengan Pergub. Selebihnya, masih menggunakan mekanisme lama.
Lebih lanjut, Handaka mengatakan kenaikan tarif parkir membawa beberapa efek positif kepada konsumen maupun pengelola gedung. Bahkan, dapat mengurai kemacetan Jakarta yang dipenuhi oleh kendaraan pribadi karena masyarakat akan lebih memilih naik kendaraan umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi.
Selain itu, kenaikan tarif parkir juga akan meningkatkan pelayanan pengelola gedung terhadap konsumen melalui pemberian fasilitas asuransi kendaraan serta meningkatkan kapasitas daya tampung parkir.
Terkait pemberian penjaminan asuransi kepada kendaraan yang diparkir, Husna menilai sebaiknya pihak pengelola gedung memberikan penjelasan mengenai proses klaim serta besar jaminan yang diperoleh melalui penjaminan asuransi tersebut.
"Pengelola gedung juga harus memberikan kesempatan untuk mengetahui apa yang tercover di asuransi dan hal tersebut harus disosialisasikan kepada konsumen," imbuhnya.
Sedangkan mengenai sosialisasi kebijakan tersebut, Husna menilai belum dilakukan secara baik. Menurut Husna, alangkah baiknya jika pemerintah melakukan sosialisasi kepada konsumen satu bulan sebelum kebijakan tersebut diberlakukan. Caranya, dengan menempelkan informasi pada pintu masuk gedung atau pintu masuk parkir. Dengan demikian, akan memberikan pengetahuan kepada konsumen sehingga dapat mempersiapkan dan memilih.
Sejauh ini, kata Husna, laporan keluhan konsumen terhadap parkir banyak menyoal lahan parkir, kehilangan barang di dalam kendaraan dan kerusakan pada kendaraan. Sementara untuk kehilangan kendaraan dilahan parkir, Husna mengatakan jarang sekali terjadi meskipun YLKI sempat menerima laporan kehilangan kendaraan beberapa waktu yang lalu.
"Intinya, CCTV bisa lebih baik. Sementara untuk kehilangan kendaraan pernah terjadi beberapa waktu lalu tetapi sudah lama sekali," pungkasnya.
















