“Setelah lulus, diharapkan mereka punya banyak pilihan tentang variasi pekerjaan selain yang didapatkan pada bangku S1,” lanjutnya.
Hal ini tidak hanya sekadar program yang dijalankan begitu saja, tetapi akan ada evaluasi dan review ulang untuk setiap indikator agar dapat dijalankan lebih baik lagi setiap tahunnya. “Kami ingin agar program in terpola dan lebih baik setiap tahunnya.”
Pada program yang melibatkan alumni tersebut, mahasiswa FH Unika Atma Jaya juga dikenalkan dengan peran-peran yang dapat dipilih nantinya setelah terjun langsung ke masyarakat.
Peran-peran ini tidak hanya sebatas profesi aparat penegak hukum, tetapi juga profesi lainnya. Alumni yang berasal dari beragam profesi, banyak juga profesi yang tidak bersinggungan dengan hukum sama sekali, seperti novelist hingga editor majalah fashion. “Para alumni ini kami datangkan masuk ke kelas untuk memberi informasi sebanyak-banyaknya memperkenalkan profesi lain di luar bidang hukum,” kata dia.
Tentu, ada ruang penunjang yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang berminat berkarier menjadi aparat penegak hukum. Dukungan FH Unika Atma Jaya diwujudkan dengan menyediakan organisasi dan klub hukum moot court yang berkompetisi di kancah level regional dan internasional.
Saat ini, FH Unika Atma Jaya memiliki dua program studi yaitu Prodi Ilmu Hukum (S1) dan Prodi Magister Hukum (S2). FH Unika Atma Jaya juga memiliki berbagai kursus singkat yang mendukung peningkatan sumber daya manusia, pendidikan advokat, serta pengembangan micro learning di beberapa bidang, seperti disaster management dan informasi transaksi elektronik.
Berbagai capaian tertinggi diraih oleh mahasiswa FH Unika Atma Jaya baik dalam kompetisi taraf nasional hingga internasional di bidang moot court, debat, penulisan karya ilmiah, dan bidang non akademik, seperti olahraga.
















