Universitas Borobudur Jakarta menerima kunjungan akademisi Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan, Prof. Byun Hae Cheol, dalam rangka kegiatan International Visiting Professor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kerja sama internasional sekaligus peningkatan kualitas akademik, khususnya di lingkungan Program Pascasarjana Universitas Borobudur.
Prof. Byun Hae Cheol disambut oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Borobudur Jakarta, Prof. Faisal Santiago, bersama jajaran pimpinan akademik, termasuk Ketua Program Magister Ilmu Hukum, Ahmad Redi. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan dialog yang konstruktif dengan pembahasan seputar pengembangan kerja sama akademik lintas negara.
Prof. Faisal menjelaskan bahwa hubungan kerja sama antara Universitas Borobudur dan Hankuk University telah terjalin sejak 2018 dan terus dijaga hingga saat ini. Bahkan, kerja sama tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan akademik internasional.
Baca Juga:
- Melihat Upaya Universitas Borobudur Meraih Akreditasi Unggul
- Komitmen Menuju Kampus Unggul, Universitas Borobudur Lantik Rektor dan Pejabat Pascasarjana
“Kerja sama dengan Hankuk University Korea Selatan sudah terjalin sejak tahun 2018 dan sampai saat ini hubungan baik dengan kampus tersebut terus dijaga. Sudah lebih dari lima kali mahasiswa sarjana dan pascasarjana hukum melaksanakan lecturing dan seminar internasional di kampus Hankuk,” ucapnya berdasarkan keterangan tertulis, Rabu (28/1).
Ia menegaskan, kegiatan International Visiting Professor merupakan wujud komitmen akademik Universitas Borobudur untuk terus menjaga standar internasional dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Hal tersebut sejalan dengan status akreditasi Unggul yang diraih oleh program studi S1, S2, dan S3 Hukum, serta institusi Universitas Borobudur secara keseluruhan.
“Inilah wujud komitmen akademik yang terus dijaga. Program S1, S2, dan S3 Hukum serta institusi Universitas Borobudur telah terakreditasi Unggul, sehingga kami selalu menjaga kualitas kegiatan akademik di level internasional,” tegasnya.
















