Van Gogh dan Masalah Imigran Muslim di Belanda
Berita

Van Gogh dan Masalah Imigran Muslim di Belanda

Seminggu belakangan ini, pemberitaan di Belanda dihiasi kasus pembunuhan brutal terhadap Theo Van Gogh, seorang kolumnis dan pembuat film terkenal Belanda. Van Gogh ditembak beberapa kali dan ditusuk di Amsterdam.

Nay/Dari berbagai sumber
Bacaan 2 Menit

Berbagai peristiwa diatas hanyalah puncak gunung es dari eksistensi imigran muslim dalam masyarakat  Belanda. Seperti diketahui, selama dekade belakangan, Belanda mulai dipenuhi imigran terutama dari Turki dan Maroko. Imigran dari dua negara tersebut bekerja sebagai buruh kasar, pekerjaan yang tidak diminati oleh orang Belanda asli.

Namun, gelombang imigran dari dua negara tersebut jumlahnya semakin hari semakin besar. Mereka yang bekerja, kemudian menetap, memperoleh kewarganegaraan Belanda dan beranak pinak di negara keju itu.

Banyaknya jumlah imigran ini meresahkan warga Belanda asli. Terlebih dalam beberapa tahun belakangan, kondisi perekonomian Belanda memburuk dan terjadi peningkatan angka pengangguran.

Imigrasi diperketat

Apalagi, sebagaimana penuturan seorang warga negara Belanda kepada hukumonline, para warga non pribumi itu dinilai enggan mengikuti cara hidup Belanda dan berasimilasi. Mereka cenderung menjadi beban pemerintah dan sering membuat keonaran.

Ia mencontohkan banyaknya pemuda Turki dan Maroko yang tidak bekerja dan hanya mengandalkan hidup dari tunjangan sosial. Padahal, uang untuk membayar tunjangan sosial itu ditarik dari pajak warga yang jumlahnya tidak sedikit. Secara berseloroh sering dikemukakan bahwa penyebab kota Rotterdam dan Amsterdam tidak sebersih  kota-kota lain adalah akibat banyaknya komunitas imigran di dua kota besar itu.

Disinyalir, keresahan warga itu yang kemudian ditangkap oleh para politisi, terutama politisi sayap kanan, yang kerap membuat pernyataan anti imigran atau anti Islam. Masih segar dalam ingatan warga Belanda pembunuhan terhadap politisi Pim Fortuyn beberapa waktu lalu.

Saat itu, langsung muncul dugaan bahwa pembunuhan dilakukan oleh muslim atau imigran, mengingat pernyataan-pernyataan Fortuyn sebelumnya. Namun, pelaku pembunuhan ternyata penduduk asli Belanda. Ia seorang aktivis lingkungan yang merasa gerah dengan pernyataan-pernyataan Fortuyn.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info