Rabu, 13 May 2009

Darmin Nasution akan Gantikan Miranda Goeltom

Komisi XI DPR memilih Darmin Nasution menjadi Deputi Gubernur Senior BI. Dengan ilmu dan pengalamannya, diharapakan sektor moneter dan perbankan akan semakin solid.
Yoz

Darmin Nasution terpilih menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) menyingkirkan Gunarni Soeworo, calon Deputi lainnya. Darmin terpilih setelah melewati proses fit and proper test yang diadakan oleh Komisi XI DPR secara marathon, kemarin. Pengetahuan yang cukup di bidang moneter dan keuangan menjadi alasan kuat bagi Komisi XI untuk memilihnya menggantikan Miranda S Goeltom. "Komisi XI melalui musyawarah mufakat secara aklamasi memilih Darmin Nasution sebagai Deputi Gubernur Senior BI baru, kata Ketua Komisi XI, Hafiz Zawawi.

 

Kabar Darmin akan menjadi Deputi Gubernur Senior BI sebenarnya sudah berhembus sebelum diadakannya fit and proper test. Dengan setumpuk pengalaman, Darmin yang sebelumnya mejabat sebagai Dirjen Pajak di Departemen Keuangan, diyakini dapat melengang dengan mudah mengatasi Gunarni Soeworo, yang kini menjabat sebagai Komisaris di PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Bahkan saat fit and proper test berlangsung, seorang sumber di Komisi XI membisikkan, Gunarni hanya pelengkap saja. Padahal yang pasti lolos ya Darmin, kata sumber tersebut. Entah yang dikatakan itu benar atau tidak. Yang pasti, keduanya sama-sama memiliki kemampuan.

 

Lulusnya Darmin menjadi Deputi, tidak lepas dari keluwesanya menjawab semua pertanyaan yang diajukan anggota dewan saat fit and proper test. Semua masalah moneter dan keuangan seakan-akan sudah berada di luar kepala. Maklum, seabrek jabatan di bidang ekonomi pernah dia pegang. Bahkan ia tidak canggung untuk melakukan kebiasaannya saat meladeni pertanyaan anggota dewan, yaitu merokok.

 

Dalam presentasinya di DPR, Darmin menekankan pada masalah inflasi dan pengawasan BI. Dalam paper yang dipresentasikan tertulis, perhatian terhadap pengendalian inflasi menjadi penting bukan hanya karena sekedar menjalankan perundingan yang berlaku, tetapi mempunyai arti yang sangat strategis bagi perekonomian secara keseluruhan.

 

Darmin menjelaskan efektivitas moneter dipengaruhi oleh ketepatan, baik dari sisi waktu maupun dosis dari sisi kebijakan. Lag dari suatu kebijakan moneter menuntut kebijakan yang bersifat meneropong jauh ke depan, bukan sekedar reaksi terhadap perubahan dinamika perekonomian. Dalam hal ini kemampuan riset dari staf BI harus dapat ditingkatkan, apalagi luasnya fenomena yang memengaruhi kebijakan moneter di Indonesia.

 

Ya, Darmin Nasution bukanlah sosok asing di sektor ekonomi. Lelaki kelahiran Tapanuli 21 Desember 1949 ini menyelesaikan studi sarjananya di Fakultas Ekonomi UI tahun 1976 dan mendapatkan gelar doktor dari Universitas Paris I Sorbon, Perancis (1986). Dia mengawali karier sebagai dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sejak 1976 dan mulai bergabung dengan Departemen Keuangan tahun 1977. Pada tahun 1987-1989 Darmin menjadi Wakil Kepala Bidang Peneliti LPEM-FE UI. Selanjutnya tahun 1989-1993 menjadi Kepala LPEM UI. Tahun 1993-1995 ditugaskan sebagai Asmenko I Indag Kantor Menko Industri dan Perdagangan (1993-1995), lalu tahun 1995-1998 pindah menjadi Asmenko Prodis Kantor Menko Prodis, dan selanjutnya antara 1998-2000 menjadi Asmenko I Wasbangpan.   

 

Tanggapan positif mengalir untuk Darmin Nasution. Di Internal BI, misalnya. Direkur Perbankan Syariah BI Ramzi A. Zuhdi mengatakan, seluruh karyawan akan menyambut baik kedatangan Darmin di BI. Dia berharap sektor moneter dan perbankan di Indonesia akan semakin solid dengan terpilihnya Darmin.   

 

Begitu pula dengan Ilmu dan pengalaman yang dimiliki Darmin di bidang moneter, dirasa cukup untuk memahami kondisi ekonomi saat ini. Selain itu, pengalamannya di pasar modal juga membuat Darmin dapat dengan mudah memahami kondisi di perbankan. Sebab kedua lembaga ini seperti mata uang yang memiliki sisi yang berbeda, kata Ramzi. Apalagi Darmin adalah salah seorang yang terlibat dalam pembuatan UU BI, tambahnya.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua