Senin, 16 Juni 2003

Membobol ATM di Indonesia, WN Malaysia Dihukum Tiga Tahun

Kejahatan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) di Indonesia bukan lagi barang langka. Karena dianggap paling gampang dibobol, seorang warga negara Malaysia ikut-ikutan melakukan kejahatan di sini. Untung, ia tertangkap dan diseret ke pengadilan.
MYs

Nasib apes itu menimpa Eng Kim Hook, seorang warga negara (WN) Malaysia. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pimpinan Herry Swantoro menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada pria berusia 39 tahun itu (12/06). Kim Hook, menurut majelis, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembobolan ATM Bank Internasional Indonesia sebesar Rp78 juta.

 

Hukuman itu lebih rendah satu tahun dari tuntutan jaksa Nurlisma Nasution. Sebelumnya, Nurlisma menuntut terdakwa empat tahun penjara. Sependapat dengan jaksa penuntut umum, majelis hakim menilai terdakwa Kim Hook telah melanggar pasal 263 ayat (2) jo pasal 65 ayat (1) KUHP, san subsider melanggar  pasal 362 jo pasal 65 ayat (1) KUHP. "Terdakwa telah terbukti tanpa hak mengambil barang yang bukan kepunyaannya dengan maksud untuk memiliki barang tersebut," urai majelis dalam petitumnya.

 

Barang yang dimaksud majelis hakim adalah uang berjumlah Rp78 juta. Uang itu diperoleh Kim Hook bersama-sama John Petrus (terdakwa lain) dengan membobol ATM BII. Caranya, dengan membuat tiga lembar kartu ATM bank bersangkutan.

 

Peristiwa yang membuat Kim Hook berurusan dengan pengadilan terjadi tahun lalu. Pada 21 Desember 2002, John menyerahkan ATM palsu plus nomor pin itu kepada Kim Hook dengan menggunakan nama Bambang Dwi Setiawan. Kim Hook menggunakan kartu tersebut di BII Citraland, Duta Merlin, Glodok, Blok M dan Cideng, Jakarta. Namun, saat mengambil uang di Cideng itulah petualangan Kim Hook berakhir.

 

Menanggapi putusan itu, pihak BII mengaku lega. "Itu secara tidak langsung bisa mengembalikan citra BII. Apalagi sebelum mereka disidang, banyak nasabah yang mempertanyakan," ujar seorang staf BII bernama Erzon, usai persidangan.

 

Kini, yang ditunggu adalah putusan untuk John Petrus. Betapa tidak, dalam berkas perkara Kim Hook, keterlibatan Petrus sangat jelas. Ia dikabarkan masih ditahan di LP Salemba.

 

Nomor PIN

 

Upaya menjerat pelaku pembobolan ATM memang tidak gampang. BII sendiri sampai membentuk Tim Task Force Monitoring ATM pada November 2002 setelah ada komplain dari nasabah. Tim ini mewawancarai nasabah yang rekeningnya pernah kebobolan. Dari situ terungkap bahwa pelaku diduga mengetahui PIN nasabah tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua