Senin, 23 August 2010

Jangan Asal Potong Rekening Nasabah

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghukum Standart Chartered Bank yang memotong sepihak dana di rekening Agus Soetopo.
CR-10/CR-9
PN Selatan hukum Standart Chartered yang memotong rekening nasabah. Foto: Sgp

Gugatan Agus Soetopo berbuah manis. Pasalnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, mengabulkan gugatan Agus terhadap Standard Chartered Bank (Stanchart), Kamis (20/08). Majelis hakim menghukum bank berskala internasional itu membayar ganti rugi kepada Agus sebesar Rp7,638 juta.

 

Agus sebenarnya adalah nasabah Stanchart sejak 1999. Ia membuka dua rekening di bank itu untuk memperoleh fasilitas kartu kredit. Rekening pertama berbentuk deposito berjumlah Rp10 juta. Sementara rekening kedua berbentuk tabungan senilai Rp5 juta.

 

Hubungan Agus dan Stanchart mulai tak ‘harmonis’ lagi ketika pada Oktober 2003 Agus baru mengetahui kalau Stanchart memotong saldo rekening Agus sebesar Rp200 ribu sebagai Rel Maint Fee. Padahal di awal Agus tak pernah membuat kesepakatan soal transaksi Rel Maint Fee itu dengan pihak bank.

 

Pemotongan biaya dengan kode transaksi itu terus berlangsung hingga Oktober 2009, namun dengan jumlah yang berbeda-beda tiap bulannya. Posisi saldo Agus terakhir per Oktober 2009 sebesar Rp39.452,49. Tak terima rekeningnya terkuras, Agus melayangkan gugatan pada akhir Desember 2009 lalu.

 

Dalam petitumnya, Agus menuntut Stanchart mengganti kerugian sebesar Rp7,638 juta ditambah bunga 6 persen setiap tahun, terhitung sejak November 2003. Agus juga menuntut ganti rugi immaterial sebesar Rp2 miliar.

 

Kuasa hukum Agus, David Tobing menunjuk Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 7/6/PBI/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah. Dalam peraturan itu bank wajib mengungkapkan secara berimbang mengenai manfaat, resiko, dan biaya dari produk bank. Informasi itu harus disampaikan secara tertulis dalam bahasa Indonesia secara lengkap dan jelas.

 

Majelis hakim yang diketuai Aksir, beranggotakan Tahsin dan Nugroho Setiaji dalam putusannya menolak argumentasi Stanchart soal persetujuan secara diam-diam pihak nasabah. Stanchart menyodorkan bukti perjanjian pembukaan rekening yang menyatakan ‘Bank berhak mengubah syarat dan ketentuan yang berlaku tanpa pemberitahuan’.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua