Minggu, 13 January 2013

Warga dan Indosat Belum Berdamai

Warga enggan menerima tawaran damai Indosat senilai Rp250 juta.
HRS
PN Jakarta Pusat gelar sidang perkara gugatan warga dengan PT Indosat Tbk. Foto: ilustrasi (Sgp)


 


Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terus menyidangkan perkara gugatan antara warga Bekasi, Cartje B Talahatu melawan PT Indosat Tbk. Masalahnya karena kedua pihak gagal menemui titik temu dalam tahap mediasi yang difasilitasi oleh hakim mediator. 


Pada tahap mediasi, Cartje menuturkan dirinya meminta kompensasi sebesar Rp1,1 miliar atas kerugian yang ditimbulkan dari menara pemancar (Base Transceiver Station/BTS) PT Indosat yang berdiri dekat rumahnya. Cartje sempat menurunkan tuntutannya hingga Rp900 juta.


Sementara Indosat, lanjut Cartje, bersikukuh dengan tawaran semula, yaitu hanya senilai Rp250 juta.


Cartje mengatakan bahwa dirinya telah mengalami tekanan secara emosional dan kekhawatiran yang sangat tinggi. Faktanya, kejadian demi kejadian yang menakutkan kerap terjadi, seperti kunci ring dan baut jatuh dari menara setinggi 60 meter tersebut. Bola-bola api pun turut menambah ketakutannya. Alhasil, dirinya tak pernah lagi merasa aman  berada di rumahnya sendiri. Dan, ia akhirnya memilih untuk mengontrak.


Tekanan mental yang dialaminya semakin parah ketika dia melihat keadaan rumahnya sekarang. Rumah telah hancur. Aliran listrik juga telah terputus.


“Kocar-kacir hidup saya sekarang,” tuturnya ketika dihubungi hukumonline, Sabtu (12/1).


Harapan Cartje untuk mendapatkan tawaran kompensasi yang sesuai tampaknya mulai menipis. Alhasil ia memutuskan agar menara tersebut dibongkar dan direlokasi ke tempat lain. Sebab, Cartje sejak awal tidak setuju dengan pendirian menara pemancar itu.


Lebih lagi, pemasangan menara itu juga dinilai tidak mengikuti regulasi dengan baik, di antaranya adalah Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.02/PER/M.KOMINFO/03/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama.Cartje juga meminta agar kegiatan operasional pembangunan menara juga dihentikan. Pasalnya, izin mendirikan bangunan menara tersebut juga telah habis masa berlakunya sejak 2011 lalu. Kendati demikian, pembangunan tetap dilanjutkan.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua