Kamis, 25 July 2013

Dissenting Opinion di Mata Mantan Hakim Agung

Apabila hakim menggunakan dakwaan berbeda, berarti dia dissenting opinion.
NOV


Idealnya, dalam sistem peradilan pidana di Indonesia, majelis hakim menggunakan mekanisme musyawarah mufakat untuk memutus suatu perkara. Namun, terkadang, musyawarah majelis tidak mencapai kesepakatan karena ada beberapa hakim anggota yang menyatakan pendapat berbeda atau biasa dikenal dissenting opinion.


Apabila musyawarah majelis tidak mencapai mufakat, sesuai Pasal 182 ayat (6) huruf a KUHAP, putusan diambil dengan suara terbanyak (voting). Jika suara terbanyak tidak diperoleh, maka Pasal 182 ayat (6) huruf b KUHAP mengatur, putusan yang dipilih adalah pendapat hakim paling menguntungkan bagi terdakwa.


Nyatanya, ada perkara yang diputus majelis dengan menggunakan suara terbanyak, meski tidak terdapat suara mayoritas. Misalnya, dalam perkara yang baru-baru ini diputus Pengadilan Tipikor Jakarta. Majelis hakim memutus terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsidair.


Padahal, hanya ketua majelis hakim dan hakim anggota satu yang berpendapat terdakwa terbukti melakukan korupsi sebagaimana dakwaan subsidair. Sementara, hakim anggota dua menyatakan terbukti dakwaan primair dan dua hakim lainnya berpendapat terdakwa tidak terbukti bersalah.


Contoh seperti ini menimbulkan pertanyaan, apakah pendapat hakim yang menyatakan terbukti dakwaan primair dapat disamakan dengan pendapat dua hakim lainnya yang menyatakan terbukti dakwaan subsidair? Kemudian, apakah pendapat hakim tersebut termasuk kategori dissenting atau concurring opinion?


Mantan hakim agung Djoko Sarwoko menjelaskan, secara konsep, dissenting opinion adalah pendapat berbeda dari mayoritas. Semula dissenting opinion dan concurring opinion dikenal dalam sistem hukum negara common law.Sejak 2004, Indonesia mengadopsinya dalam UU Kekuasaan Kehakiman dan UU MA.


Dissenting opinion itu semenjak awal pertimbangannya sudah berbeda. Mulai dari fakta hukum, pertimbangan hukum, sampai amar putusannya berbeda. Kalau concurring opinion, fakta hukumnya sama, pertimbangannya sama, tapi amar putusannya yang berbeda,” katanya kepada hukumonline, Rabu (24/7).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua