Kamis, 23 January 2014

BPJS Cermati Masalah JPK Jamsostek

BPJS berharap eks peserta JPK Jamsostek tetap dilayani.
ADY

Penolakan penyedia tingkat pertama dan kedua terhadap mantan peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PT Jamsostek mendapat respon BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Pimpinan BPJS sampai menggelar pertemuan membahas masalah ini.
 
Menurut Direktur Utama (Dirut) BPJS Ketenagakerjaan (sebelumnya ), Elvyn G Masassya, sedikitnya ada empat kesimpulan rapat tersebut. “Konklusi ini disepakati untuk menjawab dinamika yang ada di lapangan,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/1).
 
, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan akan mengirim surat kepada semua fasilitas atau penyedia pelayanan kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, klinik, dokter keluarga) dan kedua (rumah sakit) yang sebelumnya bekerjasama dengan Jamsostek. Suratnya meminta agar mereka tetap memberikan pelayanan kepada seluruh mantan peserta JPK Jamsostek.

, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan akan memberi arahan kepada kantor cabang BPJS di kantong pekerja agar kantor-kantor cabang BPJS dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta BPJS Kesehatan eks JPK Jamsostek.

, BPJS Ketenagakerjaan akan mengirim ulang data terakhir peserta eks JPK Jamsostek untuk dikelola BPJS Kesehatan. Sebelum 1 Januari 2014, data peserta JPK Jamsostek sudah diserahkan beberapa kali kepada BPJS Kesehatan. Agar lebih komprehensif, BPJS Ketenagakerjaan akan mengirim lagi data tersebut sehingga dapat digunakan sebagai basis data BPJS Kesehatan.

, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan akan menyediakan kepada peserta eks JPK Jamsostek. Menurut Elvyn itu memberi kemudahan bagi peserta BPJS membayar iuran, sekaligus memberi kejelasan tempat membayarnya.

Elvyn juga menegaskan pada intinya tidak ada persoalan dalam proses pengalihan program JPK Jamsostek ke BPJS Kesehatan. Namun, di masa mendatang BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan akan meningkatkan komunikasi antarlembaga.
 
Pada kesempatan yang sama, Dirut BPJS Kesehatan (sebelumnya PT Askes), Fachmi Idris, mengatakan pelayanan BPJS Kesehatan terhadap mantan peserta JPK Jamsostek merupakan lompatan yang luar biasa dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Karena itu, Fachmi berterimakasih kepada Jamsostek yang selama ini mengelola peserta JPK dengan baik.
 
Fachmi mengatakan BPJS Ketenagakerjaan masih terus membantu proses pengalihan peserta JPK Jamsostek ke BPJS Kesehatan agar pelayanan tidak terhambat. Ia bertekad terus melakukan pembenahan proses transisi tersebut. “Agar pelayanan tidak terhambat,” ujarnya.
pelayanan kesehatan

PT Jamsostek

Pertama

Kedua

Ketiga

Keempatvirtual accountvirtual account





Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua