Kamis, 09 October 2014

Langgar Aturan, BI Cabut Izin Perusahaan Penukaran Valas

ANT
Bank Indonesia (BI) mencabut izin 36 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing di seluruh Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2014, kata Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Ida Nuryanti.

"Pencabutan itu kebanyakan karena KUPVA tidak melaporkan transaksinya kepada BI," kata Ida Nuryanti dalam sosialisasi Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang KUPVA di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, dengan peraturan yang baru, BI lebih tegas dalam menjalankan semua kebijakannya. Jika dalam peraturan sebelumnya, BI membutuhkan waktu dan sanksi berjenjang untuk setiap KUPVA yang melanggar aturan, PBI yang baru BI bisa langsung mencabut izin hanya dengan waktu relatif lebih singkat.

"Kalau tidak melaporkan transaksi, kami tegur, tidak lapor lagi, kami kunjungi, dan kalau memang tidak ada aktivitas, kami cabut izinnya," kata dia.

Menurut dia, dari 36 KUPVA yang ditutup, di antaranya beroperasi di Jakarta, Kota Denpasar dan Kota Batam. Ia mengatakan, pelaporan data transaksi KUPVA sangat penting untuk BI mengawasi arus valuta asing di dalam negeri.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor BI Provinsi Kepri Gusti Raizal Eka Putra mengatakan sepanjang 2014, pihaknya menutup 12 KUPVA. Sama dengan nasional, kebanyakan KUPVA yang ditutup di Batam karena tidak melakukan pelaporan dan ketika keberadaannya dicek, usaha sudah tidak ada.

BI mencatat KUPVA paling banyak berada di Jakarta sebanyak 346 unit, diikuti Denpasar dan Batam masing-masing 128 unit.

Sementara dari segi transaksi, BI mencatat transaksi paling besar dilakukan KUPVA non bank di Jakarta sebesar 63,1 persen total transaksi lalu Denpasar 16,63 persen, Bandung 5,18 persen dan Batam 4,58 persen.

Meskipun Batam memiliki banyak KUPVA, namun nilai transaksinya relatif lebih kecil dibanding tiga kota besar lain di Indonesia. Menurut Gusti, hal itu disebabkan karena masa tinggal wisatawan manca negara di Batam lebih singkat dibanding di Jakarta, Denpasar atau Bandung.

"Mereka memang belanja juga di Batam, tapi lihat apa yang mereka belanjakan, di mana belanjanya. Bandingkan dengan Bali yang masa tinggalnya bisa beberapa hari, uang untuk hotelnya saja sudah berapa," kata Gusti menjelaskan.

Ia membantah selisih jumlah KUPVA yang beroperasi di Batam tidak sebanding dengan nilai transaksi akibat penyelewengan yang dilakukan sebagian KUPVA.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua