Jumat, 09 Oktober 2015

338 Inovasi Peradilan Lolos Verifikasi Berkas

Tahap selanjutnya adalah tahap penilaian dokumen.
CR19
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015. Foto: http://inovasi.mahkamahagung.go.id/


Panitia pelaksana Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan Mahkamah Agung (MA) mengumumkan inovasi peradilan yang berhasil lolos pada tahap verifikasi berkas. Sebagaimana dilansir dari situs inovasi.mahkamahagung.co.id, Jumat (9/10), disebutkan bahwa dari 443 inovasi yang masuk diperoleh sebanyak 338 inovasi yang berhasil melaju ke tahap selanjutnya.


“Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen oleh tim sekretariat dan panitia pelaksana Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015, didapatkan bahwa produk inovasi yang lolos verifikasi kelengkapan berkas berjumlah 338 produk inovasi,” demikian bunyi pengumuman dari panitia pelaksana.


Ketua Tim Pengarah Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA, Takdir Rahmadi dalam ketetapannya menyatakan, tim sekretariat dan panitia pelaksana telah melakukan verifikasi berkas selama dua hari, 5-6 Oktober 2015. Menurutnya, keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 7 Oktober 2015.


“Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan,” tegas Takdir dalam Surat Keputusan Ketua Tim Pengarah Kompetisi Inovasi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 006/KTP/SK/X/2015.


Kepada hukumonline, Anggota Sekretariat Tim Pengarah Lomba Inovasi Peradilan MA, Hermansyah menyebutkan, dari 338 inovasi yang berhasil lolos pada tahap verifikasi berkas berasal dari 185 pengadilan tingkat pertama di empat lingkungan peradilan. Di antaranya, 97 pengadilan dari lingkungan peradilan agama sebanyak 185 inovasi.


Kemudian, 73 pengadilan dari lingkungan pengadilan negeri dengan 131 inovasi. Lalu, 11 pengadilan dari lingkungan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan 18 inovasi. Dan yang terakhir empat pengadilan dari lingkungan pengadilan militer dengan empat inovasi. Dari 338 inovasi yang lolos tahap verifikasi berkas, lanjut Hermansyah, akan dicari 10 inovasi terbaik untuk dilobakan pada tahap berikutnya.


Untuk diketahui, sebelumnya, tim juri pada tahap penilaian dokumen inovasi berjumlah 10 orang. Tim penilai itu, masing-masing terdiri dari unsur-unsur keterwakilan empat lingkungan peradilan pada pengadilan tingkat pertama di Indonesia. Selain dari unsur itu, tim juri juga akan diisi oleh unsur biro hukum dan humas MA.


Kompetisi ini secara resmi telah dibuka oleh Ketua MA M Hatta Ali pada pertengahan Agustus lalu. Untuk pendafatar kompetisi dilakukan hingga akhir September 2015. Saat penutupan, tercatat, total peserta yang ikut kompetisi ini sebanyak 332 peserta dari empat lingkungan peradilan.


Dari catatan panitia, peserta terbanyak berasal dari pengadilan agama, yakni berjumlah 169 peserta. Untuk urutan kedua adalah pengadilan umum berjumlah 135 peserta. Lalu, 17 peserta dari PTUN. Dan yang terakhir sebanyak 11 peserta dari pengadilan militer. Berikut daftar inovasi yang lolos verifikasi kelengkapan berkas, di sini.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua