Jumat, 18 Maret 2016

Advokat Ini Temukan Sensasi Lewat Hobi Memancing

Ada yang tertular dari sang ayah, ada juga yang ditulari para seniornya.
RIA
Romi Emirat saat menjalani hobi memancing. Foto: Istimewa
Seringnya laut dijadikan destinasi untuk melepaskan penat oleh orang-orang. Sebab di laut banyak pilihan rekreasi yang dapat mereka lakukan. Ada yang melepas penat dengan cara menyelami keindahan di dasarnya, ada juga yang menikmati laut dengan menikmati proses memancing ikan yang tersedia di dalamnya.
 
Hal ini tak terkecuali dilakukan juga oleh para lawyer. Bila sebelumnya ada Harry Ponto dan Iin Tampubolon yang hobi diving, hobi memancing di laut ditekuni oleh beberapa lawyer ibu kota, salah satunya ada Hendra Ong, senior associate pada Kantor Hukum Hanafiah Ponggawa & Partners (HPRP).
 
Kepada hukumonline, Hendra bercerita bahwa ketertarikannya terhadap olahraga memancing itu ia dapatkan dari sang ayah. “Karena suka diajak ayah sejak SMA ya, saya jadi ketularan kayaknya. Ditambah lagi saya memang suka laut,” ucap Hendra, Jumat (18/3).
 
Mulai dari SMA hingga saat ini Hendra hampir tak pernah melewatkan sedikitpun kesempatan yang ada untuk memancing. Misalnya di akhir pekan saat ada waktu senggang dan terbebas dari pekerjaan, ia akan ke Kepulauan Seribu. Atau, di saat berlibur ke Amerika bersama keluarga. Pernah juga sekali waktu Hendra sengaja ke Thailand untuk memancing di laut yang terkenal banyak ikan-ikan berukuran “monster”.
 
Meski mengaku di laut lah ia bisa mendapatkan sensasi lebih dalam memancing. Alasannya karena ia tak pernah tahu akan mendapatkan ikan jenis apa. Walau begitu, kesempatan menekuni memancing di danau atau sungai, juga tak dilewatkan Hendra.
 
“Saya S2 waktu itu di Amsterdam. Enaknya di sana itu banyak kanal dan sungai yang masih bagus-bagus. Nah itu di jam-jam senggang saya mancing deh di sana tuh. Kadang-kadang sambil mikirin tesis juga saya mancing,” kenang peraih gelar L.LM dari Vrije Universiteit (VU) ini.
 
Cerita tentang hobi memancing lainnya datang dari senior associate di Kantor Hukum Soemadipradja & Taher (S&T), Romi Emirat. Lewat sambungan telepon, Romi bercerita, awal hobi memancingnya dimulai dari ajakan senior-seniornya saat ia berkantor di Ihza & Ihza Law Firm.
 
Dari ‘diracuni’ itu, akhirnya Romi jadi getol memancing. Sampai sekarang, bisa sampai dua kali dalam sebulan ia memancing. “Ya walaupun ngga jarang juga setelah enam bulan baru memancing lagi kalau kerjaan emang lagi numpuk banget,” kata lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini.
 
Aktivitas memancing ini dulunya bisa membuat Romi berhari-hari terombang-ambing di lautan. “Berangkat Jumat sore, hari Minggu baru balik,” katanya. Selama di atas kapal itu Romi akan memancing bersama rekan-rekannya yang kebanyakan juga merupakan lawyer, sedangkan makanan akan disiapkan oleh anak buah kapal (ABK).
 
Romi menyampaikan, menyewa kapal inilah yang membuat olahraga memancing membutuhkan budget cukup besar. Untuk menyewa kapal selama 12 jam, setidaknya membutuhkan biaya Rp2 juta sampai Rp5 juta. “Sedangkan untuk waktu selama tiga hari dua malam itu, paling tidak perlu Rp10 juta,” ungkap Romi.
 
“Makanya mancing itu ya ngga bisa sering-sering dan sendirian juga gitu ya. Enaknya ya kalau bisa 4-5 orang satu kapal. Kita saweran. Cukup meringankan deh jadinya,” sebut Romi yang menyebutkan biasanya rencana memancing akan batal bila yang bisa pergi jumlahnya sedikit.
 
Lalu apa yang  membuat Romi begitu mencintai hobinya memancing di laut dan bersedia merogoh kocek cukup besar? Selain alasan utama bahwa pada dasarnya ia mencintai laut, saat memancing lah ia merasakan kekuasaan Tuhan. Salah satunya kuasa mengenai kondisi perjalanan yang bisa tiba-tiba berubah.
 
“Satu lagi, kalau mancing di laut itu, kita ngga tau ikan apa yang makan umpan. Kalau di empang kan udah tau ini kolam ini ada ikan mas, ikan gurame, ikan mujair, atau yang lainnya. Kalau di laut ya itu bener-bener tergantung lah Allah mau ngasih apa,” ujarnya.
 
Persiapan Memancing
Seperti para pemilik hobi pada umumnya, saat memancing, lawyer-lawyer ini akan membawa peralatan mereka sendiri dari rumah. Jika menyewa peralatan, kekhawatiran terbesar lebih pada kualitas yang tidak pasti.
 
“Ada alat favorit yang pasti saya bawa ke mana-mana. Kalau nyewa kan bagaimanapun juga kualitasnya ya mungkin ngga sesuai sama kita ya. Nah ini ada yang emang kita suka ya kita bawa. Lagian ngga terlalu susah ya bawa alat pancing. Alat diving yang begitu ribet aja mau ngga mau harus bawa,” tukas Hendra.
 
Sementara itu, Romi menyampaikan, selain mempersiapkan alat pancing sendiri, hal yang juga harus diperhatikan adalah mengecek perkiraan cuaca dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sebelum berangkat memancing. Tujuannya agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar.
 
“Kita lihat cuaca, cek BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), terus nanya ke kapten kapal juga. Kita telpon, terus tanya, cuaca bagus ngga untuk mancing, arusnya gimana, ikan yang lagi musim, apa sekarang. Jadi kita nyari informasi dulu, baru mutusin mancing. Ngga asal mancing aja,” tutupnya.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua