Senin, 27 June 2016

Led Zeppelin Menang Gugatan Hak Cipta Lagu Stairway to Heaven

Selama ini muncul tuduhan Led Zeppelin telah 'mengambil' bagian lagu Spirit dari tahun 1967, berjudul Taurus, tetapi juri memutuskan lagu itu pada dasarnya tidaklah mirip dengan pembukaan Stairway.
ANT
Foto: youtube.com
Led Zeppelin memenangi kasus gugatan hak cipta yang dilayangkan terhadap anggota grup band rock asal Inggris itu, setelah juri menolak klaim bahwa petikan gitar pembuka Stairway to Heaven diambil dari band asal AS, Spirit.

Keputusan juri, yang menemukan perbedaan substansial antara Stairway to Heaven dan lagu instrumental Spirit "Taurus", diambil setelah melakukan sidang federal selama seminggu penuh di Los Angeles. Sidang memperdebatkan keaslian lagu Led Zeppelin tahun 1971 itu, salah satu lagu paling laris sepanjang sejarah musik rock.

Para pakar hukum mengatakan keputusan bulat yang dicapai pada hari kedua musyawarah juri itu bisa mempersempit dasar-dasar tuntutan pelanggaran hak cipta yang diajukan dalam industri musik di masa datang.

Juri menemukan bahwa penyanyi Led Zeppelin Robert Plant dan gitaris Jimmy Page memang mempunyai akses terhadap "Taurus" yang digubah pada 1967. Namun, potongan musik yang dituduhkan telah mereka curi pada hakekatnya tidak sama dengan kunci nada Stairway. Page (72) dan Plant (67) yang bersaksi dan selalu hadir dalam sidang, menunjukkan sedikit reaksi atas keputusan pengadilan tersebut.

"Kami gembira atas kerja juri yang teliti dan senang keputusan ini mendukung kami, sehingga menghentikan segala pertanyaan mengenai asal Stairway to Heaven dan memastikan apa yang kami sudah ketahui selama 45 tahun," kata Page dan Plant dalam pernyataan bersama.

Pemain bas dan keyboard Led Zeppelin, John Paul Jones, juga memberikan kesaksian dalam sidang itu. Awalnya ia juga dituntut bersama Page dan Plant, namun kemudian dicoret sebagai terdakwa.

Penggebuk drum John Bonham meninggal pada 1980, tahun yang sama band tersebut bubar. Keputusan kasus "Stairway" itu dibuat hanya setahun setelah juri federal di Los Angeles menyatakan penyanyi Robin Thicke dan Pharrell Williams telah menjiplak lagu seniman Motown, Marvin Gaye, saat menciptakan lagu hit mereka "Blurred Lines".

Juri memenangkan keluarga Gaye, yang diputuskan berhak mendapatkan 7,4 juta dolar AS, namun kemudian hakim menguranginya menjadi 5,3 juta dolar AS. Keputusan tersebut masih dalam proses banding.

Sementara kasus Blurred Lines mungkin mendorong harapan artis-artis lain untuk melakukan gugatan pelanggaran hak cipta, kemenangan Led Zeppelin bisa membuat musisi dan kuasa hukum berpikir dua kali sebelum menuju pengadilan, kata pengacara industri musik William Hochberg.

"Keputusan ini menciptakan garis yang lebih jelas dan tajam dalam hal apa yang dilindungi dan apa yang tidak dalam musik," kata Hochberg.

Page, yang menulis Stairway to Heaven bersama Plant dan menggubah petikan gitar yang dipersoalkan itu, menyatakan ia tidak pernah mendengar lagu "Taurus" hingga beberapa tahun belakangan ini. Ia mengaku memiliki album Spirit termasuk "Taurus" namun tidak tahu bagaimana ia memperoleh album itu.

Michael Skidmore, wali almarhum Randy Wolfe, gitaris Spirit dan penggubah lagu "Taurus" yang juga dikenal sebagai Randy California, pada 2014 melakukan gugatan atas deret nada "Taurus". Led Zeppelin menjadi band pembuka dalam tur band asal AS yang sekarang sudah bubar itu, di Amerika Serikat pada 1968, demikian gugatan tersebut.

Kuasa hukum Skidmore, Francis Malofiy, mengatakan setelah keputusan tersebut bahwa pihaknya dibuat tidak berdaya oleh perintah Hakim Distrik AS R. Gary Klausner yang menghalangi para juri mendengarkan rekaman lagu Spirit, "Taurus".

Juri hanya bisa membandingkan penafsiran sederhana notasi musik kedua lagu tersebut. "Kami mengambil satu langkah dalam satu masa... namun jelas ada hal-hal yang bisa dibawa untuk naik banding," kata Malofiy.

 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua