Senin, 05 September 2016

Ini Tips Jadi Lawyer Persaingan Usaha yang Andal

Dari komitmen yang kuat, hingga memiliki kemampuan bersosialisasi.
Hasyry Agustin
Ilustrasi advokat: BAS


 
Keandalan seorang lawyer sangat dibutuhkan di era persaingan saat ini. Apalagi, lawyer yang khusus menangani kasus persaingan usaha. Perdana Saputro, lawyer persaingan usaha dari Widyawan & Partners menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diusahakan bagi seorang lawyer bila ingin expert di bidang persaingan usaha.

 

“Profesi lawyer adalah suatu proses yang terus berjalan atau kalimat lainnya adalah maraton bukan sprint. Jadi, jangan kehabisan nafas, terus jalan ke depan. Itu apa? Itu adalah untuk mengubah presepsi ke depannya, kita harus mulai fokus di situ,” ujarnya kepada hukumonline, setelah mengisi acara seminar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Kamis (1/9).

 

Berikut tips yang diberikan Perdana bagi kamu yang ingin menjadi seperti Perdana Saputro:

 

Pertama, komitmen yang kuat.Menurutnya, untuk menjadi lawyer yang khusus menangani perkara persaingan usaha dibutuhkan komitmen yang kuat. “Pertama mesti berdedikasi dan mesti komitmen dengan pilihannya. Jadi tidak semata-mata karena merasa keren, tapi sebenarnya di balik itu ada komitmen dan tanggung jawab yang harus ditanggung oleh seorang pengacara persaingan usaha,” ujarnya.

 

Kedua, harus sering meng-update hal baru.Hal yang membedakan lawyer biasa dan lawyer yang ahli di suatu bidang adalah rajin men-update sesuatu yang baru. Walaupun memang banyak tantangan yang dihadapi seperti rasa malas, namun harus memiliki komitmen untuk mengetahui sesuatu yang baru tentang perkembangan hukum persaingan usaha.

 

“Dia harus update dengan hal-hal baru. Itu kadang-kadang yang kita malas lakukan. Kerja saja udah sibuk sendiri dan update butuh fokus juga, tapi itu sebenarnya yang membedakan bahwa antara lawyer yang sesungguhnya memang harus lengkap. Dia harus mengerjakan kerjaan dan dia harus update perkembangan,” tuturnya.

 

Perdana sendiri mengaku beruntung mendapatkan kantor hukum yang selalu memberikan perkembangan mengenai hukum, khususnya hukum persaingan usaha. “Kebetulan kalau dari kantor kami informasi ada. Setiap seminggu sekali ada training yang bisa kita ikuti. Tetapi walaupun sudah banyak supply informasi yang menentukan untuk meng-upgrade diri adalah diri sendiri,” tuturnya.

 

Ketiga, disiplin.Disiplin merupakan salah satu fondasi ketika ingin menjadi lawyer yang sukses, terutama disiplin terhadap waktu. “Teorinya sebenarnya disiplin, disiplin waktu. Saya itu bikin buku. Saya disiplin terhadap diri sendiri. Saat lagi weekend, saya duduk (membuat buku) sejam sewaktu anak-anak tidur. Jadi pinter-pinter bagi waktu karena, we find the time atau we make the time,” ujar Pradana.

 

Keempat, social skill atau kemampuan bersosialisasi.Ini bukan terkait dengan teknis melainkan kemampuan sosial, yaitu interaksi dengan orang lain. In the end of the day, kemampuan teknik bisa dipelajari setiap orang, namun kemampuan sosial itu sangat mendukung.

 

“Semua orang bisa belajar mengenai kemampuan teknik. Tapi yang membedakan adalah yang satu punya social skill dari pada yang lain. Itu adalah personal dan itu juga membutuhkan training sendiri. Yang penting jangan cepat puas untuk belajar,” pungkas Pradana. (Baca Juga: 5 Nasihat Agar Advokat Terhindar dari Korupsi)

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua