Rabu, 19 October 2016

Anggota Brimob Penembak Warga Papua Terancam Pidana

ANT | Sandy Indra Pratama



Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan, anggota Brimob yang diduga melakukan penembakan terhadap warga di Sugapa pada 27 Agustus lalu terancam dipidana.

 

Namun dari lima anggota Brimob itu, tidak semua dimajukan ke pengadilan mengingat kasusnya masih terus didalami dan yang akan diajukan ke pengadilan kemungkinan hanya satu orang yang pelurunya menewaskan korban, kata Paulus Waterpauw, di Jayapura, Rabu.

 

Dia menegaskan, secara internal lima anggota Brimob itu sudah diajukan ke sidang kode etik yang dipimpin Dansat Brimob Polda Papua.

 

"Kelimanya sudah dijatuhi hukuman internal melalui sidang kode etik dan akan diproses pidana," katanya lagi, seraya mengungkapkan pihaknya tidak mengetahui dengan pasti bentuk hukuman yang dijatuhkan kepada lima anggota Brimob tersebut.

 

Namun untuk ke pengadilan masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Propam dan Direktorat Reskrim Umum Polda Papua, ujarnya pula.

 

Penembakan di Sugapa berawal dari aksi pemalangan yang dilakukan sekelompok pemuda yang dipengaruhi minuman keras, kemudia warga melaporkan ke pos Brimob.

 

Saat melakukan pembubaran terjadi perlawanan, sehingga anggota Brimob mengeluarkan tembakan peringatan, namun ada peluru yang mengenai dan akhirnya menewaskan Etinius Sondegau.





 
Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua