Sabtu, 11 February 2017

Calon Gubernur Janji Mudahkan Akses Bagi Penyandang Disabilitas

Termasuk membuka lapangan pekerjaan di instansi pemerintahan dan swasta bagi penyandang disabilitas.
ADY
Debat terakhir pilkada DKI Jakarta 2017. Foto: RES

Debat antar pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah berakhir. Semua pasangan calon sudah diberi kesempatan untuk memaparkan visi dan misi serta program kerjanya kepada warga Jakarta. Salah satu tema yang diangkat dalam debat terakhir menyinggung isu anak, perempuan dan penyandang disabilitas.
 
Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, menilai Jakarta saat ini bukan kota yang ramah anak, perempuan dan penyandang disabilitas. Jika terpilih, pasangan nomor urut 1 itu berjanji menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah dan aman bagi anak, perempuan dan penyandang disabilitas.
 
Agus mengatakan penyandang disabilitas harus dilindungi dan diberdayakan. Hal itu sebagaimana diperintahkan UU No.8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Anak yang menyandang disabilitas harus mendapat pendidikan yang baik dan berkualitas.
 
"Kami akan membuat sekolah inklusi yang merupakan upgrade dari sekolah negeri yang ada. Para gurunya juga harus ditingkatkan kemampuannya," katanya dalam jumpa pers setelah acara debat ketiga di Jakarta, Jumat (10/2).
 
Agus melihat selama ini penyandang disabilitas belum bisa mengakses transportasi publik dengan baik. Dia berjanji melakukan pembenahan secara bertahap. Begitu pula akses terhadap lapangan pekerjaan. Menurutnya, pemerintah terutama daerah diamanatkan untuk mengalokasikan 2 persen lowongan pekerjaan di lingkungan pemerintahan untuk penyandang disabilitas. Sektor swasta sedikitnya 1 persen.
 
Di panggung debat ketiga, pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, mengatakan saat ini telah mengalokasikan 1 persen CPNS untuk penyandang disabilitas. Ke depan jumlah itu akan ditambah menjadi 2 persen.
 
Selain itu Basuki menjelaskan fasilitas umum dan transportasi publik di Jakarta sudah dibenahi untuk memudahkan akses penyandang disabilitas. Misalnya, trotoar berteknologi Jepang yang bisa menghalang motor tapi bisa dilalui penyandang disabilitas berkursi roda. Bus trans Jakarta yang suspensinya dimodifikasi sehingga memudahkan akses penyandang disabilitas.

Di bidang kesehatan, Basuki mengklaim DKI Jakarta merupakan provinsi pertama yang menerapkan atau cakupan kesehatan semesta bagi warganya. Sekarang, semua warga Jakarta yang mau dikayani di fasilitas kesehatan dengan ruang perawatan kelas 3 biayanya ditanggung pemerintah provinsi Jakarta. "Bagi warga yang mau dirawat di kelas 3, gratis," tukas pasangan calon nomor urut 2 itu.
 
Terakhir, pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, sama seperti pasangan nomor urut 1,menilai Jakarta bukan kota yang ramah anak, perempuan dan penyandang disabilitas. Menurutnya hal itu sudah terjadi di Jakarta dalam kurun waktu yang cukup lama.
 
Untuk mengakomodir kebutuhan penyandang disabilitas Anies mengatakan yang paling penting adanya komitmen. Serta melibatkan penyandang disabilitas dalam setiap perumusan kebijakan agar sesuai dengan harapan mereka. "Jadi yang harus ditunjukan itu komitmen, kebijakan diterbitkan untuk semua," tukas pasangan calon nomor urut 3 itu.














universal health coverage



Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua