Sabtu, 06 May 2017

Tips & Trik Hadapi Arbitrase ala Advokat Korsel

Jangan langsung menyebutkan kelemahan 'kunci' lawan ketika baru bersidang.
MYS
Cha Ji Hoon (kedua dari kiri) dalam seminar internasional di Makassar (Jum'at (05/5). Foto: MYS

Segala sesuatu yang dipersiapkan dengan baik punya peluang besar membuahkan hasil. Prinsip ini juga bisa dijalankan saat seorang advokat ketika menangani sengketa kliennya melalui forum . Sebelum terjun ke forum arbitrase yang dipilih, advokat harus benar-benar mempersiapkan diri dalam banyak hal.
 
Berdasarkan pengalamannya belasan tahun menangani sengketa bisnis melalui arbitrase, pengacara asal Korea Selatan, Cha Ji Hoon, memberikan sejumlah tips bagi advokat berkaitan dengan bukti, saksi, sistem hukum, kekuatan dan kelemahan klien sekaligus kelemahan dan kekuatan lawan, waktu, serta pemilihan arbiter. “Segala sesuatu harus dipersiapkan dengan baik,” kata Cha Ji Hoon saat tampil sebagai pembicara dalam seminar internasional tentang arbitrase di Makassar, Jum’at (05/5).
 
Seorang advokat bisa membela orang yang menggugat atau sebaliknya menjadi pihak yang diajukan ke arbitrase. Jika berada di pihak pemohon atau penggugat, maka penting bagi advokat menguraikan secara detil klaim apa yang diajukan dan arumentasi hukum yang menguatkan klaim itu. Sebaliknya, jika berada di pihak lawan, argumentasi tangkisan harus dipersiapkan dengan baik. (Baca juga: ).
 
Memahami sistem hukum yang dipakai dalam perjanjian arbitrase adalah suatu keniscayaan. Misalnya, apakah sistem hukum itu memungkinkan seorang advokat berbicara dengan saksi-saksi sebelum forum arbitase dimulai. Keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti harus dikumpulkan dan kemudian dievaluasi. Nah, bukti-bukti berupa dokumen harus disimpan dengan rapi. Tak semua bukti itu harus diajukan. Yang diajukan adalah bukti yang relevan. “Hanya yang layak diungkapkan,” kata dia, seperti diterjemahkan pengurus DPN Peradi, Nixon DH Sipahutar.
 
Salah satu tips penting yang disampaikan Cha Ji Hoon adalah pemanfaatan bukti yang ‘menohok’ lawan. Menurutnya, bukti kuat jangan langsung dikeluarkan semua pada awal-awal sidang. Advokat mengikuti saja proses sambil menunggu saat yang tepat mengajukan bukti kuat tersebut. (Baca juga: ).

Berkaitan dengan waktu, advokat yang mewakili pihak lawan perlu memikirkan waktu karena ada keterbatasan. Kalaupun bertemu klien di saat-saat terakhir sebelum habis waktu mengajukan perkara ke forum arbitrase, advokat tetap harus bisa mempersiapkan diri menyiapkan argumentasi. Seorang lawyer andal dan profesional harus bisa menangkis tuntutan. Waktu sangat terbatas dalam arbitrase. Jadi gunakan waktu dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
 
Ingat, jangan menyepelekan pilihan arbiter. Memilih arbiter sangatlah penting. Advokat harus menelusuri kemampuan dan keahlian seorang arbiter mengenai sengketa bisnis yang akan diselesaikan lewat arbitrase. “Pilih yang ,” saran Cha Ji Hoon.
 
Tentu saja, di tahap awal, seorang advokat perlu melakukan evaluasi terhadap kelemahan dan kekuatan klien. Pada tahap ini advokat membuat analisis dan evaluasi sebagai bahan untuk maju ke meja arbitrase. Dan tak kalah penting, musyawarahkan dulu kasus itu dengan pihak lawan. Jika bisa diselesaikan dengan baik-baik, dan mufakat tercapai, mengapa harus memilih melanjutkan sengketa?
arbitrase



Perhatikan 5 Hal Berikut Sebelum Menempuh Arbitrase



Makin ‘Ngetrend’, Ini 5 Kelebihan Penyelesaian Sengketa Melalui Arbitrase



expert

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua