Rabu, 01 November 2017

Inilah Generasi Pertama Orang Indonesia Lulusan Sekolah Hukum

Selama lebih dari 18 tahun berdiri, Rechtsschool meluluskan 189 orang Indonesia. Sebagian melanjutkan pendidikan ke Leiden Belanda, dan sebagian lagi ke Rechtshogeschool di Batavia (Jakarta).
Muhammad Yasin/KAR
Foto bersama sejumlah siswa Rechtsschool dengan pengurus sekolah pada tahun 1928. Foto: Repro dari Gedenkboek Rechtsschool 1928

Sejarah pendidikan hukum di Indonesia tak bisa dilepaskan dari Rechtsschool yang dibentuk dan dijalankan Belanda pada 1909-1928. Ini adalah sekolah pendidikan keahlian hukum untuk anak-anak pribumi di Hindia Belanda. Ketika didirikan pertama kali pada 26 Juli 1909, sekolah ini bernama Opleidingsschool voor de Inlandsche Rechtskundigen. Belakangan namanya berubah menjadi Rechtsschool.



 



Meskipun hanya berusia sekitar 18 tahun, sekolah ini telah melahirkan warga pribumi yang terdidik dalam bidang hukum. Rechtsschool ditutup dengan cara tidak menerima siswa baru lagi. Guru Besar Universitas Airlangga, Soetandyo Wignjosoebroto, pernah melakukan kajian khusus mengenai Rechtssschool. Ia mencatat alasan penutupan itu sebenarnya rasional. Tahap perkembangan pendidikan di Hindia Belanda telah memungkinkan berdirinya suatu lembaga pendidikan hukum yang bertaraf lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan badan-badan pemerintah dan pengadilan. Kebijakan itu akhirnya diwujudkan dengan pendirian Rechtshogeschool pada 28 Oktober 1924 di Batavia.



 



Prof. Soetandyo menulis Rechtsschool tak hanya berhasil meluluskan 189 abiturien, tetapi juga sanggup menghasilkan lulusan-lulusan yang diakui cukup bermutu. “Banyak dari para lulusan ini yang diizinkan untuk meneruskan studinya ke negeri Belanda, ialah ketika Rijksuniversiteit Leiden membukakan pintu untuk mereka guna mempelajari Nederlandsch-Indisch Recht samai derajat Meester in Recht, dengan membebaskan mereka dari kewajiban menempuh ujian kandidat terlebih dahulu,” jelas Soetandyo, seperti tertuang dalam dalam bukunya ‘Dari Hukum Kolonial ke Hukum Nasional: Suatu Kajian tentang Dinamika Sosial Politik dalam Perkembangan Hukum Selama Satu Setengah Abad di Indonesia (1840-1990).



 



Dalam daftar abiturien Rechtsschool terbitan tahun 1928, tercatat nama-nama lulusan sejak sekolah hukum itu. Ujian akhir pertama kali digelar pada tahun 1912. Tercatat ada 189 yang lulus Rechtsschool; 43 orang di antaranya meneruskan studi ke Leiden dan lulus dengan gelar Meester (Mr), dan 5 orang berhasil menulis disertasi dan meraih gelar doktor. Ada juga yang meneruskan studi ke Rechtshogeschool (RHS) setelah Sekolah Tinggi Hukum itu dibuka di Batavia. Soetandyo mencatat sebanyak 27 orang lulusan Rechtsschool yang meneruskan kuliah ke RHS mendapatkan gelar Meester.



 



Beberapa nama abiturien Rechtsschool adalah nama yang tak asing dan dikenal oleh mereka yang berkecimpung di bidang hukum. Nama Prof. Dr. R. Soepomo, misalnya, lulus Rechtsschool pada tahun 1923. Pahlawan nasional kelahiran 22 Januari 1903 ini adalah Menteri Kehakiman Indonesia pertama. Perannya dalam perumusan UUD 1945 tak diragukan lagi. Namanya kini diabadikan sebagai nama jalan. Contoh lain, Mr. R. Koesoemah Atmadja, lulus dari Rechtsschool pada tahun 1919 dan melanjutkan pendidikan ke Leiden. Ia adalah Ketua Mahkamah Agung Indonesia pertama.



 



Berikut nama-nama lulusan Rechtsschool yang dikutip dari Gedenkboek Uitgegeven ter gelegenheid van de opheffing der Rechtsschool in 1928;



 







































































































































































































































































































Mr. R. Soedirman



R. Moh. Hamid



R. Soedjoko



Mr. M. Koesnoen Tjitrowardhojo



R. Tjakrasoebroto



Mr. R. Soejoedi



Mr. R. Ng. Soebroto



Mr. R.P. Singgih



Mr. R. Hadi



Mr. R.P. Notosoebagio



Mr. R. Aroeman



Mr. M. Soewono



R.M. Soedarto Mangkoesoebroto



R. Moesidi



R. Soeparto



R. Sasrahoedaja



Mr. M. Besar



R. Salatoen



R. Soenarija Koesoemah



M. Kresno



Mr. R. Soetikno



R. Soenardhi (R.T Djaksodipoero)



Mr. R. Soemardi



R.P. Pawitro Hadinoto



Mr. R. Moekiman



Mr. R.P. Tjokrohadisoerjo



R. Soeprapto



S. Zainoel Arifin



M. Soerja Nandika



Mr. Alinoedin Enda Boemi



Mr. R. Sastromoeljono



R. Soekardono



Mr. R. Gondokoesoemo



M. Danoewidjojo (R.T. Nitinegoro)



R.M Sidardjo



Mr. R. Oerip Kartodirdjo



R.M. Soedibio Poerwomartono



Mr. R. Koesoema Atmadja



Mr. R. Ahmad



R. Idih Prawiradipoetra



Mr. Zainal Abidin



R. Ikram



R. Ranoe Atmadja



R. Soedjono



Latif Panei



Mr. M. Soesanto Tirtoprodjo



M. Moh. Moechsin Djojodigoeno



Mr. R. Gatot



M. Soeradi Wiromartono  (R.T. Tjondrodipoero)



Sastrohadimihardjo



Mr. R. Koesoema Soemantri



Soetan Malikoel Adil



Mr. M. Hussein Tirtaamidjaja



Mr. Satochid Kartanegara



M. Tjitrosoedibio



R.M. Markoesen Mangkoewinoto



Mr. Sastroadipoetranto



R. Soeparto



Mr. R. Soerjotjokro



R. Soegihono



R. Deliaan Soemodirdjo



R. M. Sidarto



R. Soedana



Mr. Wirjono Prodjodikoro



Mr. Mohamad Nazif



Mr. R.M Sartono



Mr. R.S Boediarto



R. Koeswo



R. Emor Djajadinata



R. Soekartolo



M. Srihoeno Koesoemodirdjo



A. Moethalib Moro gelar Soetan Chalipah



R. Tirtawinata



R. Sahrip



R. Soejadi Mangkoepranoto



M. Soewarto Probokeso



Mr. R. Soedibio Diwidjosewojo



R. Hartojo Hadipoetro



R. Iman Soedjono Sosro Atmodjo



Mr. R. Soepomo



Mr. M. Sarif Hidajat



Tengkoe Moh. Hanafiah



Mr. R. Wirjono Koesoemo



Boerhanoeddin



Mr. M. Soenarjo



R. Soekardjo Wirjopranoo



R. Santoso Tohar



M. Joesoef Adiwinata



M. Hadiwinoto



R. Tedjopradoto



R.M. Soenggono Soeriosepoetro



R. Soewardi Tjokroadmodjo



M. Soewarso



R. Darsono Ranoeatmodjo



Moh. Djamin gelar Soetan Maharadja Besar



Mr. M. Soewarso Tirtowijogio



M. Soekirno



Soetan Abdoel Rachman



R. Isa Soetadilaga



Marah Mohamad Thaher gelar Soetan Toemenggung



M. Soenarjo



R. Akoep Goelanggi



R.M. Hidajat Prawiradipradja



Abdul Razak gelar Soetan Malelo



R. Soedirman



M. Soedardjat



Achmad Sjarif



Baginda Djalaloedin Zain



Aboebakar Djaar



M. Hilman Mangkoedidjaja



Kwee Thiam Liong



M. Iskandar Soeriaatmadja



R. Sidarto Dibiopranoto



Soetan Mangasa Pintor



R. Djajoesman Samsoeridjal



M. Koesmoeljono



R. Soetarjo Brotosewojo



R. Koesnadi Partowirdjojo



J.A. Matatula



M. Soedarsono



M. Soedono Hadiredjo



M. Soetarmo Sismartokoesoemo



Abdul Gafar Wahab



M. Djojosoeprantoko



R. Rochmat Kromo Atmodjo



Hosen



R.M Soegiman



Charles Louis Nagal



M. Barra



R. Soetadji



R. Soeparto



Marah Abdul Moenit



R.M. Partatmo



R. Djoemhana Wiraatmadja



Soetan Abdul Hakim



M. Soedibio Sastrowardojo



R. Abdul Kadar Martohoedojo



R. Mahadi Wiriodiredjo



R. Soekardi Hadiasmoro



R. Tjandroso Prawiro Soebroto



M. Soemardi Sosrosandjojo



R.P Abdullah Tjokrokoesoemo



R.M Soenario



Tengkoe Hasim



Thio Tjong Goen



M.S Adikoesoemo



M. Moerdiman Tjokrodiredjo



R. Janin Oesman Winangoen



R. Enoh Martaatmadja



R. Koentjoro Poerbopranoto



Bardan



Moh. Ibrahim



R. Soemarjo



R. Harsojo Moekti Sandjojo



M. Soekasno



R. Dwidjono Sosrodirdjo



R. Ng. Tjokrosahardjo



M. Darmojo Ashari



R. Soebeno



R. Moetojo Prawiroadinoto



R. Moekmin Kromodjojodiningrat



Moh. Rochjani



Asan Nasoetion



R. Herman Brotodiredjo



Iman Mohammad Soeljoadikoesoemo



R. Roestamadji Poerboadinoto



R. Salatoen Poerbokoesoemo



R.M Soemanang



G. A Maengkom



M. Joesoef  Ibn Ismail



Soedarmadji Soeriokoesoemo



Johan Tamara



B.M Siregar gelar Mangaradja Adil Martoea



Baginda Sinaro Nazaroeddin



M. Ahmad Kasmat Bahoewinangoen



M. Poerman Soemawidjaja



Agoes Ponto Soekawidjaja



R. Ng. Tjokro Hanitijo



R. Amir Soeriadiningrat



M. Toedjo Mangkoepranoto



M. Setiadji Soeriowinoto



M. Tarja Wiradinata



R. Soehadi Martohatmodjo



A.C. Manoppo



K.B Sinambela



R. Roewio



R. Soekirman Sosrosoedirdjo



R.M. Soebroto



R.M. Prodjokoesoemo



 



 



 




 



Selain Koesoemah Atmadja, masih ada beberapa orang di antara lulusan itu yang akhirnya berkecimpung di dunia peradilan seperti Soetan Malikoel Adil, Wirjono Prodjodikoro, R. Soekardono. Banyaknya lulusan Rechtsschool yang berkecimpung di dunia peradilan tak mengherankan karena, sesuai penelusuran Prof. Soetandyo, sekolah itu memang bertujuan menyiapkan tenaga-tenaga kehakiman landraad.



 



(Baca juga: Kusumah Atmadja, Hakim Tiga Zaman).



 



Mr. R. Soedirman, seorang landrechter di Indramayu, Jawa Barat, adalah nama pertama yang tertulis dalam daftar itu. Ia lulus pada tahun 1912. Nama terakhir, lulus pada 1928, adalah R. Soekirman Sosrosoedirdjo.


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua