Minggu, 12 November 2017

(Advokat) Asing Bukan Keniscayaan

Kisah ketiga kantor hukum ini menunjukan, memikat klien asing dan membangun reputasi dapat dilakukan dengan/tanpa harus menggandeng law firm atau advokat asing. Makanya, saat ini masing-masing kantor hukum mengalami pergeseran peran dalam menyikapi kemitraan dengan firma hukum asing atau advokat asing.
Novrieza Rahmi
Ilustrasi: HGW

Mochtar, Kirkwood & Karuwin (MKK) boleh jadi merupakan firma hukum (law firm) Indonesia generasi 1970-an pertama yang mempekerjakan advokat asing. Namun, mengingat efek dari UU No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang membuka "keran" investasi asing di Indonesia, "tren" serupa mulai menjalar ke sejumlah law firm.

 

Salah satu law firm besar kala itu yang juga ikut mempekerjakan advokat asing adalah Adnan Buyung Nasution & Associates (ABNA). Pada tahun 1982, ABNA mendirikan sebuah divisi korporat yang diberi nama Nasution, Lubis, Hadiputranto (NLH). Nama itu diambil dari nama belakang Adnan Buyung Nasution, Timbul Thomas Lubis, dan Sri Indrastuti Hadiputranto.

 

Pendiri Assegaf, Hamzah & Partners (AHP), Ahmad Fikri Assegaf dalam tulisannya di Jurnal Hukum & Pasar Modal Volume VII/Edisi 10 Juli-Desember 2015 yang berjudul “Besar Itu Perlu: Perkembangan Kantor Advokat di Indonesia dan Tantangannya”,  mengungkapkan bahwa ABNA dibantu oleh tiga advokat asing.

 

Tiga advokat asing dimaksud adalah Neil Naliboff dan Peter Church yang masing-masing memiliki pengalaman di kantor advokat Amerika Serikat dan Australia, serta Timothy Manring yang sebelumnya bekerja di Ford Foundation. Baca Juga: Menelusuri Jejak Kantor Advokat Modern Generasi Pertama

 

Adanya "jejak" advokat asing di ABNA dibenarkan pula oleh Managing Partner sekaligus pendiri law firm Lubis, Ganie, Surowidjojo (LGS), Mohamed Idwan Ganie. Pria yang akrab disapa Kiki Ganie dan bekerja di ABNA sejak 1977 ini mengatakan, sejak dulu sudah ada dua advokat asing yang bekerja di ABNA.

 

"Kalau asing ada, dua orang (advokat) asing kerja di situ. Neil Naliboff (almarhum) sama Timothy Manring, itu suaminya Mbak Tuti (Sri Indrastuti Hadiputranto, pendiri Hadiputranto, Hadinoto & Partners atau HHP)," katanya kepada Hukumonline di kantornya, Selasa (31/10).

 

Managing Partner LGS Mohamed Idwan Ganie. Foto: NOV

 

Setelah ke luar dari ABNA, Kiki Ganie bersama Arief Tarunakarya Surowidjojo bergabung dengan dua "alumni" ABNA lainnya, Timbul Thomas Lubis dan Sri Indrastuti Hadiputranto. Lalu, mereka mendirikan Lubis, Hadiputranto, Ganie, Surowidjojo (LHGS). Saat pertama kali berdiri, LHGS juga sudah menggandeng advokat asing dari Baker & McKenzie, Timothy Manring.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua