Sabtu, 06 Januari 2018

Sepakat dan Permasalahannya: Teori Membahayakan

Doktrin memberikan pendapatnya dengan mengatakan, bahwa orang yang iktikadnya baik, harus mendapatkan perlindungan dalam hukum.
RED
J. Satrio. Foto: FEB

Bagaimana kita bisa membenarkan, bahwa dalam pergaulan hidup, orang yang salah mengucapkan atau menulis suatu tulisan tertentu atau salah mengambil sikap tertentu, harus mau menanggung risiko, bahwa pernyataan atau sikapnya dalam masyarakat ditafsirkan lain daripada yang dikehendaki olehnya.

 

Orang menyusun Teori Membahayakan, yang pada intinya mengatakan, bahwa pergaulan hidup itu memang penuh risiko; barangsiapa ikut serta dalam pergaulan hidup harus mau menerima risiko, bahwa pernyataannya -- atau sikapnya -- oleh masyarakat, di mana pernyataan diberikan (atau sikap itu diambil), ditafsirkan lain dari yang dikehendakinya.

 

Kalau tidak mau memikul risiko itu, silahkan jangan turut dalam pergaulan hidup. Jadi, pandangan masyarakat di sini mempunyai peranan yang sangat besar. Yang menilai, adanya dan bagimana bunyi pandangan masyarakat mengenai peristiwa tertentu, adalah Hakim.

 

Dari apa yang disebutkan di atas (dalam artikel Sepakat dan Permasalahannya: Teori Kepercayaan) nampak, bahwa perjanjian bagi yang satu, yaitu pihak yang menerima pernyataan -- pada diri siapa muncul gambaran apa yang dikehendaki oleh pemberi pernyataan yang ia setujui -- memang didasarkan atas kehendaknya, tetapi bagi pihak lain, yang sebenarnya hendak memberikan pernyataan lain daripada gambaran yang muncul dalam benak lawan janjinya, perjanjian itu lahir bukan atas dasar kehendaknya, tetapi atas dasar apa yang -- menurut pandangan masyarakat -- muncul atau patut untuk muncul dalam benak si penerima pernyataan.

 

Lebih konkritnya, dalam contoh orang jual beli sepeda motor, penyerahan kunci kontak dan STNK-motor menimbulkan gambaran pada calon pembeli, bahwa jual beli telah ditutup dengan harga dan syarat yang disepakati, sehingga kalau menurut pandangan msayarakat di mana perjanjian itu ditutup dalam peristiwa seperti itu telah terjadi jual beli. Maka perjanjian jual beli lahir atas dasar sepakat dari calon pembeli, tetapi bagi calon penjual, yang tindakannya mestinya hanya dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada calon pembeli untuk mencoba sepeda motor itu, perjanjian lahir karena tindakannya menimbulkan kepercayaan pada calon pembeli, bahwa perjanjian itu telah ditutup (lahir).

 

Jadi perjanjian itu bagi pembeli lahir atas dasar sepakat yang diberikan olehnya, sedang bagi penjual sepakat itu lahir bukan atas dasar kehendaknya, tetapi atas dasar kepercayaan yang ditimbulkan oleh tindakannya. Risiko seperti itu harus mau diterima oleh mereka yang turut dalam pergaulan hidup.

 

Jadi -dalam peristiwa yang disebutkan di atas- ada pihak yang memberikan pernyataan dan terikat pada perjanjian itu, bukan karena ia menyepakatinya, tetapi ia terikat karena gambaran yang ditimbulkan oleh pernyataannya pada lawan janjinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua