Senin, 22 January 2018

Siapa Berwenang Menilai “Iktikad Baik” Advokat Oleh: Boris Tampubolon*)

 

Namun menggunakan penafsiran sistematis, bila kita mengacu kepada Pasal 6 dan Pasal 15 UU Advokat maka jelas yang menjadi batasan iktikad baik advokat dalam menjalankan profesinya adalah tidak boleh bertentangan dengan kode etik, peraturan perundang-undangan, sumpah/janji advokat, serta nilai-nilai kelayakan dan kepatutan yang ada di masyarakat. Apabila tindakan advokat bertentangan dengan kode etik, peraturan perundang-undangan, sumpah/janji advokat serta nilai-nilai kelayakan dan kepatutan di atas, maka advokat tersebut telah tidak beritikad baik.

 

Siapa Berwenang Mengawasi dan Menentukan Advokat Beriktikad Baik atau Tidak?

Di atas telah jelas diuraikan bahwa ukuran advokat yang menjalankan profesinya dengan iktikad baik adalah selama tindakan advokat tersebut tidak bertentangan kode etik, peraturan perundang-undangan, sumpah/janji advokat, serta nilai-nilai kelayakan dan kepatutan yang ada di masyarakat. Selama advokat menjalankan tugasnya dengan iktikad baik maka hak imunitas itu melekat padanya.

 

Pertanyaannya siapa yang berwenang mengawasi atau memeriksa advokat beriktikad baik atau tidak. Maka jawabannya adalah kewenangan organisasi advokat dalam hal ini dewan kehormatan organisasi advokat.

 

Undang-Undang Advokat sebagai hukum yang khusus (lex spesialis) tidak hanya menjamin hak-hak advokat sebagai penegak hukum. Tapi juga mengatur soal pengawasan dan penindakan terhadap advokat di dalam menjalankan profesinya. (Lihat Paragraf 6 Penjelasan Umum UU Advokat).

 

Mengacu pada Pasal 1 angka 5 UU Advokat, “Pengawasan adalah tindakan teknis dan administratif terhadap Advokat untuk menjaga agar dalam menjalankan profesinya sesuai dengan kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan yang mengatur profesi Advokat.”

 

Menurut Pasal 12 ayat 1 UU Advokat, “Pengawasan terhadap Advokat dilakukan oleh Organisasi Advokat”.

 

Pasal 26 ayat 5 UU Advokat, “Dewan Kehormatan Organisasi Advokat memeriksa dan mengadili pelanggaran kode etik profesi Advokat berdasarkan tata cara Dewan Kehormatan Organisasi Advokat.”

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua