Rabu, 04 July 2018
Ini Biaya Kuliah di PTS Hukum Terfavorit 2018
Di era dinamika karier dan industri yang selama ini telah di-observasi tim youthmanual, saat ini mahasiswa PTS banyak yang lebih berkembang, kariernya jauh lebih terprogres, employability-nya sama bahkan lebih tinggi ketimbang mahasiswa-mahasiswa PTN.
Hamalatul Qur'ani
Ini Biaya Kuliah di PTS Hukum Terfavorit 2018

Setelah melewati serangkaian ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), tepat pukul 17.00 WIB, Rabu, (3/7), website resmi SBMPTN telah mengumumkan calon mahasiswa yang berhasil tembus memasuki universitas pilihannya. Detik-detik menegangkan ini jelas merupakan detik yang dinanti-nanti calon mahasiswa pejuang Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari seluruh pelosok Indonesia.

 

Jika tidak lolos SBMPTN, sang pelajar memang masih dapat mengikuti ujian mandiri yang diadakan oleh masing-masing PTN. Lantas jika ujian mandiri tidak pula tembus, beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ini juga tak kalah berkualitas jika dibandingkan dengan beberapa PTN bagi yang berminat bergelut di Jurusan Hukum. Sebelumnya, hukumonline bekerjasama dengan youthmanual telah merilis beberapa PTS yang layak dipertimbangkan calon mahasiswa hukum.

 

Adapun formula yang digunakan hukumonline bekerjasama dengan youthmanual untuk menilai kualitas kampus-kampus hukum initerdiri dari 5 jenis. Pertama, Big law acceptance rate yakni jumlah lulusan yang diterima bekerja di firma hukum nasional terbaik dengan skor bobot 25%. Kedua, Promotion rate yakni jumlah lulusan yang dipromosikan setelah satu tahun bekerja di firma hukum dengan bobot skor untuk formula ini sebesar 15%.

 

Ketiga, Employability rate yakni jumlah lulusan yang diterima kerja di firma hukum kurang dari 6 bulan setelah fee earners dinyatakan lulus pendidikan sarjana, formula ini memiliki skor bobot 25%. Keempat, Admission to the bar rate yakni jumlah lulusan perguruan tinggi yang bersangkutan yang bekerja di firma hukum dan telah memiliki izin praktik advokat atau telah dinyatakan lulus ujian profesi advokat, skor bobor atas formula ini adalah 15%. Kelima, Akreditasi Program Studi dan/atau Fakultas Hukum menurut Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dengan bobot skor 20%.

 

Baca Juga: Ini Dia Kampus Hukum Terfavorit 2018

 

Direktur Youthmanual, Rizky Muhammad sangat menyayangkan sebagian besar siswa-siswa Indonesia betul-betul ‘PTN minded’, sementara kapasitas setiap PTN sangat terbatas dalam menerima mahasiswa didik. Padahal, kata Rizky, di era dinamika karier dan industri yang selama ini telah di-observasi tim youthmanual,justru saat ini mahasiswa PTS banyak yang lebih berkembang, kariernya jauh lebih terprogres, employability-nya sama bahkan lebih tinggi ketimbang mahasiswa-mahasiswa PTN.

 

“Jangan sampai siswa malah stress, tertekan dan depresi karena orientasi lingkungan dan orang tuanya yang masih sangat  ‘PTN minded’, padahalkan sebetulnya PTN bukanlah segalanya,” kata Rizki.

 

Dalam pengamatannya, Rizki berpandangan bahwa semua siswa yang sukses justru tidak bergantung pada apakah ia jebolah PTN atau PTS, melainkan mereka yang betul-betul mampu mengerti dan memahami profil dirinya, mulai dari mengenali minat mereka, apa kemampuan mereka, kekurangan, kelemahan serta apa yang menjadi kekuatan mereka, sehingga para siswa ini memiliki perencanaan yang matang soal masa depannya.

 

“Kuncinya, mereka harus betul-betul mampu memahami kemampuan, minat, profil   dan segala dimensinya seperti apa, sehingga mereka bisa mengira-ngira, saya dengan profil diri seperti ini kampus dan jurusan apa yang cocok untuk saya ambil,” ujar Rizki.

 

Terkait biaya yang harus dikeluarkan siswa untuk berkuliah di masing-masing PTS tersebut, hukumonline telah merangkum perkiraan biaya yang diperoleh melalui situs resmi youthmanual dan masing-masing kampus. Adapun database Youthmanual soal perkiraan biaya kuliah tersebut telah terkoneksi langsung dengan data di Forlap Dikti.

 

“Data tersebut harusnya sudah final, data terakhir tahun lalu. Mungkin kalau ada perubahan tidak signifikan,” ujar Rizki saat ditanya soal fiksasi data perkiraan biaya kuliah di masing-masing PTS.

 

 

Lebih jauh misalnya siswa juga bisa melakukan riset kecil-kecilan, Rizki mencontohkan, seorang siswa yang tertarik pada bidang hukum, ia bisa menelusuri tidak hanya PTN, tapi juga PTS yang juga berhasil melahirkan profesional hukum dan advokat-advokat yang handal, PTS yang unggul di bidang-bidang hukum tertentu yang diminati seperti bidang corporate law, pendalaman spesifikasi yang diunggulkan dari masing-masing kampus hukum tujuan seperti apa.

 

Rizki juga menganjurkan agar para siswa membuat perbandingan antar satu kampus dengan kampus lainnya, seperti membandingkan kompetensi kampus A dan B misalnya, kampus hukumnya seperti apa, profil pengajarnya seperti apa, di mana saja persebaran alumninya, network kuat yang dimiliki kampus tersebut kemana saja dan seterusnya. Dan tentu nanti terkait berapa biaya yang harus dikeluarkan, lokasi kampus yang bersangkutan dan serentetan kriteria lainnya juga patut dipertimbangkan dan itu harus dilakukan jauh-jauh hari.

 

“Jadi siswa tak instan dalam memilih kampus, tak asal-asalan, tapi lewat perencanaan yang matang. Karena memang masing-masing kampus itu memiliki warna yang berbeda-beda, dengan kultur, latar belakang, tenaga pengajar yang juga berbeda,” tukas Rizki.

 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.