Sabtu, 08 September 2018

Seleksi CHA Ditutup, KY Terima 85 Pendaftar

Agus Sahbani

Komisi Yudisial (KY) resmi menutup penerimaan seleksi calon hakim agung (CHA) ditutup pada Kamis (6/9). Tercatat ada 136 orang yang telah mendaftar secara online. Namun, KY mencatat ada 85 orang pendaftar konfirmasi yang terdiri dari 50 orang jalur karier dan 35 orang jalur nonkarier. Para pendaftar konfirmasi tersebut telah melengkapi data secara online melalui http://rekrutmen.komisiyudisial.go.id.

 

“Bila diperinci berdasarkan profesi, para CHA tersebut merupakan 50 orang hakim, 19 orang akademisi, 1 orang notaris, 5 orang advokat dan 10 orang berprofesi lainnya,” ujar Juru Bicara KY Farid Wajdi dalam keterangannya di Jakarta, Jum’at (7/9). Baca Juga: KY Buka Pendaftaran Seleksi CHA 2018

 

Farida mengatakan berdasarkan kategori jenis kelamin, sebanyak 72 orang merupakan laki-laki dan 13 orang merupakan perempuan. Sementara berdasarkan jenis kamar yang dipilih sebanyak 24 orang memilih kamar Pidana; 29 orang memilih kamar Perdata; 16 orang memilih kamar Agama; 6 orang memilih kamar TUN (khusus pajak); dan 10 orang memilih kamar Militer.

 

Selanjutnya, KY akan melakukan rapat pleno penentuan kelulusan administrasi dilaksanakan pada Rabu, 12 September 2018. “Seleksi administrasi ini dilakukan dengan cara meneliti berkas kelengkapan CHA sesuai dengan persyaratan administrasi.” 

 

Seperti diketahui, seleksi CHA ini untuk mengisi 8 orang hakim agung dengan rincian: 1 orang untuk kamar Pidana; 1 orang untuk kamar Agama; 2 orang untuk kamar Militer; 3 orang untuk kamar Perdata; dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak. 

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua