Sabtu, 15 September 2018

Lawyer Mau Kuliah Magister? Kenali Pilihan dari 6 Kampus Hukum Terfavorit

Tersedia berbagai peminatan magister di kampus hukum terfavorit dalam negeri yang tidak kalah bermutu.
Normand Edwin Elnizar
Ilustrasi: HGW

Apa sebenarnya yang diharapkan kalangan lawyer ketika memutuskan untuk kuliah magister? Mungkin untuk menambah pengetahuan hukum yang akan menunjang kariernya. Mungkin juga untuk meningkatkan daya tawar di tengah persaingan pasar jasa hukum kepada calon klien. Bisa jadi ada kemungkinan lainnya.

 

Itu semua tentu hanya tebakan hukumonline saja. Hanya para lawyer dan Tuhan yang benar-benar tahu. Namun, ada fakta yang bisa dipastikan oleh hukumonline yaitu ada beragam pilihan menarik dari peminatan program magister yang ditawarkan kampus-kampus hukum terfavorit di Indonesia.

 

Hukumonline memilih enam sampel kampus hukum terfavorit dalam negeri berdasarkan survei pada 34 law firm ternama di awal tahun 2018. Masing-masing tiga besar kampus hukum terfavorit dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan tiga besar dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kampus-kampus hukum tersebut ialah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk PTN serta Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Trisakti (Trisakti), dan Universitas Pelita Harapan (UPH).

 

(Baca: Ini Dia Kampus Hukum Terfavorit 2018)

 

Menurut Dekan Fakultas Hukum UI, Melda Kamil Ariadno, sangat penting bagi calon mahasiswa memahami tentang peminatan magister hukum yang akan dipilih. Tujuannya untuk mengukur kemampuan menyelesaikan studi sebaik mungkin. “Jadi bukan asal diterima dulu saja lalu dipikirkan kemudian,” katanya saat diwawancarai hukumonline.

 

Melda berharap agar para calon mahasiswa magister hukum benar-benar sudah memastikan bahwa peminatan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan dalam menunjang karier mereka. Hal ini akan membuat para mahasiswa magister lebih serius dan mencapai prestasi yang baik.

 

“Tentunya ini juga akan membantu pihak kampus untuk menghasilkan ahli-ahli hukum yang memang andal di bidang spesialisnya,” ujarnya.

 

Berkaitan dengan pendapat Melda, Dekan Fakultas Hukum UNPAR, Tristam Pascal Moeliono, mengakui kenyataan adanya motivasi kuliah magister sekadar untuk memperbarui gelar akademik menjadi jebolan dari kampus ternama. “Peminat di magister antara lain juga untuk ‘cuci ijazah’ ya, nggak semuanya berminat melanjutkan studi dengan benar,” katanya kepada hukumonline.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua