Selasa, 27 November 2018

Bambang Rantam Sariwanto, dari Gotong Kursi Menuju Prestasi di Kursi Sekjen Kemenkumham

Modal pertama adalah disiplin. Kedua, ketekunan. Ketiga adalah mencintai pekerjaan. Jangan selalu memikirkan uang. Rezeki akan datang mengikuti.
Normand Edwin Elnizar
Sekretaris Jenderal Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto. Foto: RES

Tiga dekade mengabdi sebagai birokrat di Kementerian Hukum dan HAM, kisah Bambang Rantam Sariwanto tampak sebagai bukti nyata dari ketekunan yang berbuah keberhasilan. Perjalanan karier Bambang tak pernah sesuai dengan rencananya bahkan sejak awal memilih kuliah. Menjadi mahasiswa hukum di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) baru diputuskannya sekejap di depan loket pendaftaran kuliah hanya karena formulir itu yang masih tersisa.

 

Rencananya kembali pupus karena ditolak masuk lowongan kerja yang diincarnya sejak awal kuliah. Masuk ke Kementerian Hukum dan HAM pada unit di bawah Sekretariat Jenderal pun bisa dikatakan karena hanya itu peluang kerja yang terbuka lebar bagi Bambang. Belum selesai di sana, pilihan promosi jenjang karier pun diterima Bambang apa adanya dari jabatan yang tersisa karena didahului oleh rekannya.

 

Namun, Bambang berpegang teguh pada prinsip totalitas dan tekun pada apapun pekerjaan yang ada di depan mata. Tanpa banyak mengeluh, Bambang lebih memilih berdamai dengan takdir dalam setiap kejutan di episode hidupnya. “Saya ini merasa nggak pintar, jadi apa saja yang bisa saya kerjakan, ya saya kerjakan sebaik-baiknya,” katanya sembari tertawa di tengah wawancara bersama hukumonline di ruang kerjanya, Kamis (22/11).

 

Meskipun mengakui bahwa masuk bekerja di Kementerian Hukum dan HAM berawal dari ajakan sang Paman yang menjabat Menteri Kehakiman kala itu, Bambang menjelaskan bahwa Menteri Kehakiman Ismail Saleh sama sekali tak memberinya jalan pintas. Sebagai lulusan sarjana hukum yang berkesan mentereng di tahun 80-an, Pamannya menempatkan Bambang jauh dari pusat Kementerian. Bambang diterima bekerja pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) pegawai Departemen Kehakiman, Cinere, Depok.

 

“Kerjaan awal saya ngangkat meja, gotong kursi. Pusdiklat baru pindah ke sana tahun 1987, kantor baru di sana, masih sepi dan seram,” kata Bambang mengenang.

 

Perbincangan Bambang dengan hukumonline banyak diwarnai tawanya mengenang perjalanan bisa mencapai posisi orang nomor dua di Kementerian Hukum dan HAM saat ini. Apalagi sebagai sarjana hukum, keberhasilannya di Kementerian Hukum dan HAM justru dalam bidang manajemen organisasi.

 

Prestasi Bambang dibuktikan dengan berbagai penghargaan atas kinerja Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam urusan manajemen sumber daya manusia dan keuangan di bawah kepemimpinannya. Tercatat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memberi penghargaan Kemenkumham sebagai penyelenggara seleksi CPNS terbaik tahun 2017.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua