Inforial

DDTC Sabet Pro Bono Innovation Award for Non-Law Firm

​​​​​​​DDTC memiliki unit khusus yang bertanggung jawab terkait pro bono non-litigasi, yakni pemberian pemberian bantuan jasa pajak di luar pengadilan.
Oleh:
Tim Inforial
Bacaan 2 Menit
Managing Partner DDTC Darussalam (kiri) saat menerima plakat penghargaan dari Direktur Konten dan Pemberitaan Hukumonline Amrie Hakim (kanan). Foto: RES
Managing Partner DDTC Darussalam (kiri) saat menerima plakat penghargaan dari Direktur Konten dan Pemberitaan Hukumonline Amrie Hakim (kanan). Foto: RES

DDTC meraih penghargaan Hukumonline Award 2018 Indonesia Pro Bono Champions kategori Pro Bono Innovation Award for Non-Law Firm. DDTC dinilai sebagai institusi yang telah menjalankan kegiatan pro bono dengan optimal sehingga mewarnai dinamika sistem perpajakan di Tanah Air.

 

Bagi para pemangku kepentingan di bidang pajak tentu tidak asing lagi dengan nama DDTC. Perusahaan swasta yang berbasis di Jakarta ini memiliki spesialisasi di bidang pajak, baik domestik maupun internasional. Di bawah kepemimpinan Managing Partner Darussalam, DDTC memiliki visi menjadi institusi pajak yang berbasis riset dan ilmu pengetahuan.

 

Perusahaan yang sudah berdiri lebih dari 11 tahun ini juga memiliki tenaga profesional yang berkualitas. Beberapa tenaga profesional didukung dengan fasilitas penimbaan ilmu, baik pendidikan formal maupun nonformal, dari beberapa perguruan tinggi ternama seperri Harvard University (Amerika Serikat), University New South Wales (Australia), Tilburg University (Belanda), Leiden University (Belanda), dan Vienna University of Economics and Business (Austria).  

 

Sebanyak 11 profesional DDTC merupakan pemegang sertifikat International Tax dari Chartered Institute of Taxation (Inggris). Selain itu, sebanyak 14 profesional DDTC memegang sertifikat Transfer Pricing dari Chartered Institute of Taxation (Inggris). Tidak mengherankan jika DDTC berhasil masuk tier 1 konsultan pajak transfer pricing se-Indonesia 2019 versi International Tax Review (ITR), lembaga yang berbasis di London.

 

Sebagai informasi, isu transfer pricing merupakan isu utama yang dihadapi oleh otoritas pajak di seluruh dunia. Selain itu, DDTC tahu bahwa area transfer pricing ini umumnya membicarakan sengketa pajak dengan nilai besar dan menyangkut perusahaan multinasional. Walau 95% klien DDTC adalah perusahaan multinasional terkemuka, menariknya merupakan satu-satunya  konsultan pajak terkemuka asli dari bumi Indonesia dan tidak berafiliasi dengan asing.

 

Kali ini, penghargaan Hukumonline Award 2018 Indonesia Pro Bono Champions kategori Pro Bono Innovation Award for Non-Law Firm diberikan kepada DDTC karena konsistensi perusahaan menjalankan pro bono. DDTC memiliki unit khusus yang bertanggung jawab terkait pro bono non-litigasi, yakni pemberian pemberian bantuan jasa pajak di luar pengadilan.

 

“Bagi kami di DDTC, baik aktivitas pro bono pada litigasi dan non-litigasi di bidang pajak, bermuara pada satu hal yang sama yaitu menciptakan keadilan dan kepastian hukum pajak,” ujar Darussalam.