Senin, 31 December 2018

​​​​​​​Kisah 3 Pejuang Antikorupsi

​​​​​​​Ketiganya memiliki cara berjuang yang berbeda-beda, sesuai dengan kewenangan dan profesi mereka, terus konsisten meski hambatan yang dihadapi tak mudah.
ABE/HMQ/NEE
Ilustrasi: BAS

Isu korupsi terus menghiasi tahun 2018. Mulai dari tangkap tangan hingga pengungkapan kasus yang dinilai merugikan negara dengan jumlah besar. Sepanjang 2018, Hukumonline melihat ada tiga tokoh hukum pejuang antikorupsi yang konsisten memperjuangkan yang diyakininya. Ketiganya adalah Novel Baswedan, Artidjo Alkostar dan Trimoelja D Soerjadi.

 

Perjuangan terus dilakukan meski tantangan dan hambatan yang menerjang terus mengulang. Walaupun harus kehilangan penglihatan, kehilangan harta hingga diserang secara psikis, mereka terus konsisten untuk berjuang. Ketiganya memiliki cara berjuang yang berbeda-beda sesuai porsi dan wewenangnya. Ada sebagai penyidik, advokat hingga wakil tuhan di dunia. Nama ketiga tokoh ini menghiasi pemberitaan Hukumonline sepanjang 2018.

 

Perjuangan masih panjang. Di antara ketiganya ada yang purna jabatan hingga telah dipanggil sang Tuhan di tahun ini. Ada pula tokoh yang masih berjuang dengan dukungan banyak orang di sekitarnya. Tentu tak mudah bagi para pejuang ini untuk konsisten memberantas korupsi di bumi pertiwi.

 

Konsistensi dan keberanian mereka patut dicontoh banyak pihak. Perjuangan ketiganya memberikan efek positif bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Bahkan, sejumlah masyarakat berharap agar perjuangan ini dapat menular kepada para penerus bangsa. Hingga para akhirnya, pemberantasan korupsi terus tegak berdiri. Berikut tiga tokoh hukum para pejuang antikorupsi 2018:

 


  1. Novel Baswedan

Siapa tak kenal Novel Baswedan? Penyidik senior pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini diketahui disegani dan ditakuti para koruptor. Ia merupakan salah satu sosok terdepan dalam penanganan perkara korupsi di KPK terutama dalam proses penyidikan kasus-kasus besar dan menarik perhatian publik.

 

Sebut saja, kasus mega korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang sudah menyeret sejumlah nama besar, seperti mantan Ketua DPR Setya Novanto, mantan anggota DPR lain. Selain itu, kasus korupsi Simulator SIM yang menyeret Kepala Korlantas Polri ketika itu dijabat Djoko Susilo, kasus suap penanganan sengketa pilkada yang menyeret nama Ketua Mahkamah Konstitusi M. Akil Mochtar.

 

Alghiffari Aqsa, mantan Direktur LBH Jakarta sekaligus kuasa hukum Novel Baswedan menilai sosok Novel sangat konsisten dalam upaya pemberantasan perkara korupsi. Ia melewati segala macam risiko, mulai dari ancaman, kriminalisasi, pembunuhan karakter, sanksi internal, hingga beberapa kali kekerasan terhadap fisik yang hampir merenggut nyawanya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua