Selasa, 15 Januari 2019

Munir Fuady: Advokat dengan Mimpi Seribu Buku

“Kalaupun saya berhasil, saya bilang saya hanya berani melawan arus, istilahnya sekarang berani tampil beda”.
Hamalatul Qur'ani
Munir Fuady. Ilustrasi: HGW

Bukan alumni dari sebuah universitas besar, tak menyurutkan semangat Munir Fuady dalam menulis buku-buku hukum bernuansa bisnis. Kini, tak dapat ditampik bahwa namanya begitu ‘menggema’ di kalangan pegiat hukum lantaran begitu banyak buku-buku tulisannya tersebar dan tersimpan selama belasan hingga puluhan tahun di berbagai perpusatakaan hukum. Karya ilmiahnya banyak dijadikan rujukan mulai dari mahasiswa, praktisi hukum hingga dikutip dalam beberapa putusan pengadilan.

 

Padatnya jadwal Munir selama hampir 31 tahun menggeluti profesi advokat, ditambah lagi kesibukan sebagai kurator maupun dosen di beberapa perguruan tinggi, tak menghentikan upaya Munir untuk terus berkarya. Mimpinya, agar karyanya dikenang tersimpan ‘apik’ di perpusatakaan tanpa mengenal waktu, dijadikan banyak referensi untuk pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus sebagai upaya pembaharuan.

 

Asal tahu, semasa S-1 di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, berkat prestasi akademiknya, semenjak semester tiga hingga lulus Munir berhasil menggondol Beasiswa Supersemar (1975). Tak hanya dari Supersemar, Munir juga merengkuh beasiswa dari berbagai organisasi lain. Ia pernah merebut beasiswa Ford Foundation, TMPD (Tim Manajemen Program Doktor), dan Fullbright (Beasiswa dari senat Amerika untuk Negara berkembang). Dengan beasiswa yang terakhir ini, ia meraih gelar LLM dari Law School, Southern University, Dallas, USA.

 

Berkat bekal pengetahuan mumpuni yang ia kumpulkan, mulai pada tahun 1996, Munir menantang rasa ‘kepercayaan dirinya’ untuk menulis buku pertamanya. Tak berjalan mulus, buku pertamanya sempat di kritik oleh banyak profesor di Indonesia. Tak goyah akan pendiriannya, Munir berhasil membalikkan ‘kritikan’ tersebut menjadi sebuah potensi besar yang bahkan sangat popular hingga kini.

 

Untuk mengetahui detail-detail perjalanan Munir Fuady dalam ‘menelurkan’ puluhan buku-buku hukum bernuansa bisnis, hukumonline berkesempatan mewawancarai beliau di sela-sela acara Diskusi Publik bertema ‘Strategi Advokat dalam Menangani Perkara Kepailitan’ yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Hukum Unsyah Jakarta, Sabtu (14/1). Berikut kutipan wawancaranya:

 

Sudah berapa buku yang Anda ditulis sampai saat ini?

Saya sendiri tidak begitu menghitung, perkiraan hampir 50, sekitar 47-48 buku mungkin begitu, saya gak hitung.

 

Sejak kapan Anda mulai menulis buku?

Dulu awalnya saya menulis artikel di koran, sejak saya di daerah sudah mulai menulis di Koran daerah. Saya juga sudah masuk di segala koran nasional seperti Kompas, Majalah Tempo, dulu ada juga Info Bank dan segala macam, dulu itu juga sudah. Terus teman-teman bilang, Pak Munir kemarin nulis di Koran? Karena sudah terbit yang baru, jadi teman saya susah mencari apa yang sudah saya tulis di Koran itu. Akhirnya tulisan saya hilang, hanya dibaca sehari. Akhirnya dia sarankan saya untuk nulis buku. Lebih baik Pak Munir nulis buku, kan disimpan sampai bertahun-tahun di pustaka gak hilang-hilang. Nah di situ saya pikir, iya juga, saya nulis di Koran, dibaca cuman satu hari saja meskipun dibaca oleh banyak orang. Sedangkan kalau nulis buku bisa bertahun-tahun. Mulai pertama buku saya keluar itu tahun 1996, sebelum itu banyak di koran atau majalah saja.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua