Sabtu, 22 June 2019

Andreas Nahot Silitonga Pimpin DPC AAI Jakpus

Andreas memilih Harvardy sebagai sekretaris untuk kepengurusan 5 tahun mendatang.
Aji Prasetyo
Andreas (kiri) dan Harvady (kanan) terpilih menjadi pengurus DPC AAI Jakarta Pusat. Foto: AJI

Regenerasi terjadi di pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Pusat (DPC Jakpus) Asosiasi Advokat Indonesia (AAI). Andreas Nahot Silitonga secara aklamasi terpilih menjadi Ketua DPC Jakpus menggantikan Astro Girsang untuk masa kepemimpinan 5 tahun mendatang dalam Musyarawah Cabang (Muscab) DPC AAI dengan agenda pemilihan pengurus baru periode mendatang.   

 

Kepada Hukumonline, Andreas mengaku berterima kasih atas kepercayaan peserta Muscab yang memilih dirinya untuk menjadi Ketua DPC Jakpus. Ia akan berusaha sebaik mungkin untuk mengemban amanah tersebut selama periode kepemimpinannya nanti. 

 

Untuk rencana ke depan, langkah pertama yang dilakukan yaitu memilih pengurus DPC AAI Jakpus agar roda organisasi bisa terus berjalan dan menjadi lebih baik. Namun, untuk posisi sekretaris, Andreas telah memilih Harvardy M. Iqbal yang dalam kepengurusan DPP AAI menjabat sebagai Ketua Bidang Humas dan Informasi Teknologi. 

 

Selain membentuk kepengurusan, ada satu hal lain yang ada di benak pria yang pernah menjadi kuasa hukum mantan Menteri Agama Suryadharma Ali itu dalam memimpin AAI DPC Jakpus yakni mengembalikan fungsi organisasi. Ia ingin agar para anggota bisa merasakan dampak positif dengan bergabung di DPC Jakpus dan merasakan kenyamanan baik antar anggota maupun dengan pengurus. 

 

"Saya ingin mengembalikan fungsi organisasi yang saya ingin capai itu fungsi sebagai ‘rumah’. Dimana dalam sebuah rumah itu kita bisa merasakan kenyamanan, kita bisa bertemu dengan wajah-wajah bersahabat, berinteraksi ya, merangkul AAI Jakarta Pusat ini," ujarnya, Jumat (21/6/2019). Baca Juga: DPC AAI Jakpus Selenggarakan Muscab

 

Andreas sangat mendukung pernyataan Ketua Umum AAI M. Ismak yang meminta para anggota AAI bisa lebih berperan serta ke masyarakat. Namun menurutnya sebelum melangkah ke arah tersebut, ia akan terlebih dahulu fokus kepada para anggota AAI itu sendiri. 

 

Alasannya, ia menerangkan salah satu tujuan utama organisasi adalah mensejahterakan anggotanya. Apabila hal tersebut telah tercapai, maka akan lebih memudahkan jika nanti AAI melalui anggotanya terjun langsung melayani masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua