Jumat, 21 Juni 2019

DPC AAI Jakpus Selenggarakan Muscab

Muscab dibuka dengan memukul gong oleh Ketua Umum AAI
Aji Prasetyo
Pembukaan Muscab AAI Jakarta Pusat. Foto: AJI

Dewan Pimpinan Cabang Jakarta Pusat (DPC Jakpus) Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk memilih pengurus baru untuk periode mendatang. Tema yang diusung yaitu "Menguatkan Profesi Advokat dan Meningkatkan Solidaritas Anggota AAI".

Acara ini dihadiri pengurus DPC AAI se-Jakarta dan juga sejumlah pengurus cabang daerah seperti Bandung dan Medan. Dalam sambutannya Ketua DPC AAI Jakpus Astro Girsang memaparkan hasil kerja selama kepengurusannya mulai dari mengadakan sejumlah seminar hingga pembelaan profesi sesama advokat.

Satu hal yang sangat menonjol di masa kepemimpinannya yaitu dalam hal administrasi. "Selama kepemimpinan saya coba memperbaiki administrasi anggota. Saya bukan mengklaim tapi saya yakin DPC Jakarta Pusat mempunyai data anggota paling lengkap," kata Astro di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Jumat (21/6).

Menurut Astro, dengan tata kelola administrasi yang baik ini tentunya bisa membantu pengurus pusat untuk mendata berapa jumlah anggota secara keseluruhan. Untuk DPC Jakarta Pusat, Astro mengatakan jumlah anggota terkini sebanyak 1.080, dari jumlah tersebut ratusan orang merupakan anggota baru.

"Anggota muda, anggota baru ada sekitar ratusan. Kita fokus program penguatan administrasi, lalu bantu teman kita permasalahan profesi advokat. Karena salah satu kegunaan organisasi itu harus berguna bagi anggota," terangnya.

(Baca juga: Perlu Dicari Model Baru Pendidikan Profesi untuk Hadirkan Advokat yang Berkualitas)

Selain untuk memilih pengurus baru demi adanya regenerasi, Muscab juga mempunyai manfaat lain yaitu sebagai ajang silaturrahmi para anggota AAI baik pusat maupun daerah. Sebab selama ini memang sulit mengumpulkan anggota maupun pengurus tanpa adanya kegiatan dari organisasi.

Manfaat ke masyarakat

Ketua Umum AAI M. Ismak yang juga hadir dalam Muscab ini berharap ke depan organisasi ini bukan hanya bisa bermanfaat bagi anggota, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ismak menyinggung advokat sebagai officium nobile juga harus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.

Salah satu catatan Ismak untuk saat ini yaitu terbelahnya masyarakat karena perbedaan pilihan presiden ataupun legislatif dalam Pemilu serentak beberapa waktu lalu. Menurutnya hal ini juga menjadi perhatian AAI tentang bagaimana cara agar masyarakat tidak terbelah satu dengan yang lain.

"Kita sebagai advokat harus memikirkan juga kalau kita hanya berkutat dengan internal sendiri untuk masyarakat kapan. Mohon di pengurusan nanti dipikirkan, mari kita jabarkan itu di tengah masyarakat," pungkasnya.

(Baca juga: Isu-Isu Advokat Ini Muncul dalam Munaslub AAI)

Mengenai Muscab ini sendiri Ismak berharap langkah yang dilakukan DPC Jakpus bisa diikuti cabang lain, karena masih ada sejumlah DPC yang belum menyelenggarakan Muscab meskipun sudah melewati waktu yang seharusnya. Apalagi pada 2020 mendatang AAI akan mengadakan musyawarah nasional.

Terkait dengan jumlah anggota DPC Jakpus sebanyak 1.080 orang, Ismak berharap setidaknya ada 200 perwakilan yang akan meramaikan Munas 2020 mendatang. Jika ada yang mengeluh mengenai mahalnya harga tiket pesawat, Ismak pun melontarkan guyonannya.

"Jangan berfikir tiket mahal, masa advokat AAI Jakarta Pusat berfikir tiket mahal? Kalau mungkin rekan-rekan kita yang di Indonesia Timur boleh lah berfikir begitu," guyon Ismak yang disambut tawa peserta dan undangan Muscab.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua