Rabu, 17 Juli 2019

Asa Pencari Suaka

Di tempat penampungan sementara, para pengungsi sempat mengalami penolakan dari warga sekitar.
Resa Esnir
Foto: RES

Setelah berhari-hari menetap di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, akhirnya ratusan para pencari suaka dipindahkan ke Lapangan eks Markas Komando Distrik Militer (Kodim) di Kalideres, Jakarta Barat. Pemindahan dilakukan menggunakan beberapa bus TransJakarta.

Pemindahan para pencari suaka ke tempat penampungan sementara ternyata tak menyelesaikan masalah. Di tempat penampungan mereka yang baru, yakni di bangunan eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat, para pencari suaka mengalami penolakan dari warga sekitar.

Sebelum dipindahkan, para imigran yang berasal dari empat negara tersebut sempat bertahan seminggu di depan Menara Ravindo yang ditempati oleh UNHCR. Keempat negara asal para imigran itu adalah Afghanistan, Pakistan, Sudan dan Somalia.

Ratusan pencari suaka itu bukan hanya orang dewasa saja, tapi puluhan anak-anak juga terpotret jelas. Sebagian di antaranya, tinggal di dalam tenda berukuran dua kali dua meter.

Semula, saat didata Dinas Sosial DKI Jakarta, jumlah pengungsi adalah 250 orang. Namun, setelah melewati pendataan, jumlah pencari suaka tersebut terus bertambah, hingga mencapai seribuan orang. Dengan rutin, petugas kesehatan dari Pemprov DKI Jakarta mendata para pengungsi sebelum masuk ke tempat penampungan sementara.

Membludaknya jumlah para pengungsi ini berpotensi menimbulkan persoalan baru lagi. Mulai dari ketersediaan mandi cuci kakus (MCK), fasilitas kesehatan memadai hingga makanan. Meski begitu, hingga saat ini keperluan para pengungsi mulai dari MCK, kesehatan hingga makanan masih terpenuhi.

Pemprov menganggarkan untuk kebutuhan hidup para pengungsi selama seminggu. Selebihnya, Pemprov DKI masih menunggu koordinasi antara pemerintah pusat dan UNHCR. Alasan para pencari suaka ini dipindahkan karena rasa kemanusiaan, yang diharapkan bisa menumbuhkan asa bagi mereka.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua