Kamis, 18 July 2019

Advokat Pukul Hakim Saat Bacakan Putusan, Peradi: Langsung Kami Proses Etik

Pemukulan tersebut mengenai dahi ketua hakim berinisial HS dan anggota majelis hakim berinisial DB.
Aji Prasetyo/Normand Edwin Elnizar
Dua majelis hakim yang diduga terkena pukulan seorang advokat. Foto: Istimewa

Seorang advokat memukul hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Kamis (18/7). Pemukulan terjadi pada saat hakim membacakan putusan perkara perdata nomor 223/pdt.G/2018/PN Jakpus antara seorang taipan berinisial TW selaku penggugat melawan beberapa pihak selaku tergugat.

 

Humas PN Jakpus Makmur mengatakan, pemukulan tersebut mengenai dahi ketua hakim berinisial HS dan anggota majelis hakim berinisial DB. Saat majelis membacakan bagian pertimbangan dan sudah mengarah ke uraian, advokat bernama Desrizal (D) yang merupakan kuasa hukum penggugat, berdiri dari tempat kursi dan melangkah ke arah meja hakim.

 

Pada saat itu pula, advokat tersebut langsung menarik ikat pinggangnya dan tali ikat pinggang tersebut dilayangkan ke arah majelis hakim. Pukulan tersebut mengenai ketua majelis dan salah satu anggota hakim. Selepas penyerangan tersebut, pelaku langsung diamankan oleh petugas keamanan pengadilan.

 

“Kuasa hukum pihak TW selaku penggugat berinisial D berdiri dari tempat kursi kemudian melangkah ke depan majelis hakim yang sementara bacakan pertimbagan putusan dan sekonyong menarik ikat pinggangnya dan tali itu digunakan oleh pelaku D untuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan,” kata Makmur.

 

Akibat serangan tersebut, pimpinan PN Jakarta Pusat langsung berkoordinasi dengan Ketua Mahkamah Agung (MA) untuk menentukan sikap atas kejadian ini. Selesai kejadian, majelis hakim yang terkena pemukulan langsung dikawal petugas keamanan untuk ke rumah sakit dan menjalani visum et repertum.

 

“Setelah kejadian itu majelis hakim yang bersangkutan langsung dikawal petugas Keamanan PN Jakpus langsung ke rumah sakit untuk segera visum atas kejadian tersebut,” kata Makmur.

 

Baca:

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua