Senin, 12 August 2019

Corporate Counsel Harus Awasi Standar Pengolahan Data di Perusahaan

Agar perusahaan tak terjerat masalah perlindungan data pribadi.
Normand Edwin Elnizar
Seminar internasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bekerjasama dengan The International BAR Association (IBA), Kamis (8/8) di Bali. Foto: NEE

Sangat mendesak bagi para corporate counsel Indonesia, khususnya di perusahaan multinasional, segera memahami rezim perlindungan data pribadi termasuk yang berlaku di Indonesia. Hal ini disebabkan berlakunya standar Uni Eropa tentang General Data Protection Regulation (GDPR) sejak tahun 2016.

 

Kesimpulan tersebut diungkapkan dalam seminar internasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bekerjasama dengan The International BAR Association (IBA), Kamis (8/8) di Bali. Kehadiran GDPR dinilai telah mempengaruhi iklim bisnis di seluruh dunia. Standar ini membuat semua pihak yang berurusan dengan Uni Eropa mau tidak mau memperhatikan standar tersebut.

 

Salah satu sesi yang membahas tema GDPR and The Urgency Of Data Protection Law In Indonesia menghadirkan Raditya Kosasih selaku Associate General Counsel dari startup decacorn Gojek. Ia menjelaskan beberapa hal yang penting menjadi perhatian para corporate counsel menghadapi era baru perlindungan data pribadi.

 

“Sebagai in house counsel saya harus bisa membantu tim internal seperti para pengolah data dan teknologi dalam menerapkan hukum perlindungan data pribadi di perusahaan kami,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, Kosasih membagikan pengalamannya sebagai penasehat hukum perusahaan di GoJek sebagai berikut:

 


  1. Ketahui konsep dasar teknologi informasi

Kosasih menjelaskan perlunya in house counsel memahami dasar-dasar teknologi informasi yang digunakan oleh perusahaannya dalam menjalankan bisnis. Langkah ini diperlukan agar bisa memberikan nasehat hukum dengan tepat.

 

“Jika ingin menerapkan kebijakan perlindungan data pribadi, in house counsel perlu tahu konsep dasar dari cara kerja teknologi yang digunakan,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua