Jumat, 16 Agustus 2019

Tips Dari Lawyer Agar Tak Resah dan Latah Hadapi Legaltech

Lawyer tetap tak tergantikan. Perusahaan perlu membuat perencanaan terintegrasi dan terukur sebelum beralih menggunakan legaltech.
Normand Edwin Elnizar
Narasumber diskusi pada peluncuran ASEAN LegalTech, Rabu, (14/8) di kantor firma hukum AHP. Kanan ke kiri Ibrahim Assegaf (AHP), Erni Widhyastari (DJKI), dan Raditya Kosasih (Gojek). Foto: NEE

Setelah bisnis layanan keuangan konvensional digerus oleh fintech, prospek legaltech diprediksi banyak pengamat segera melakukan yang serupa pada layanan jasa hukum. Partner dari firma hukum Assegaf Hamzah & Partners, Ibrahim Assegaf menanggapi santai berbagai prediksi tersebut.

 

“Kita lihat dulu, sebenarnya pekerjaan lawyer itu apa saja sih? Pertanyaan berikutnya baru pekerjaan mana saja yang akan bisa digantikan oleh mesin?” katanya dalam diskusi peluncuran ASEAN LegalTech, Rabu (14/8).

 

Bersama dengan Raditya Kosasih selaku Associate General Counsel dari startup decacorn Gojek, Ibrahim berbagai tips menghadapi perkembangan legaltech. Terutama bagi klien perusahaan yang mulai beralih pada berbagai platform digital dalam bisnisnya.

 

“Menurut saya sebagian pekerjaan pasti tergantikan, tapi banyak bagian lain yang tidak akan pernah tergantikan,” ujarnya. Ibrahim menjelaskan bahwa sentuhan manusia dalam profesi lawyer tidak bisa dengan mudah digantikan teknologi.

 

Keyakinan Ibrahim ini bukan tanpa dasar. Sebagai bisnis jasa, layanan jasa hukum memang tidak sekadar menyajikan informasi atau hasil analisis hukum. Apalagi sekadar administratif pengelolaan dokumen hukum.

 

Jasa yang diberikan lawyer termasuk juga ruang interaksi dan konsultasi agar klien benar-benar yakin dengan nasehat hukum yang diberikan. Kemampuan ini dianggapnya akan bertahan hanya dapat diberikan oleh manusia.

 

Di sisi lain, Kosasih mengingatkan agar para lawyer tidak meremehkan perkembangan teknologi dalam bisnis jasa hukum. “Lawyers harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mereka tidak out of business,” ujarnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua