Kamis, 22 August 2019

Simak Beda Data Pribadi Dengan Informasi Terbuka

Perbedaan tafsir setiap orang atas data yang tergolong data pribadi dan data terbuka sangat mengkhawatirkan.
Hamalatul Qur'ani
Seminar Nasional Urgensi Perlindungan Data Pribadi Di Era Komunikasi Digital, Senin (19/8), di Jakarta. Foto: HMQ

Data pribadi sejatinya ditempatkan sebagai rahasia pribadi, sehingga tak seorang pun diperkenankan membuka data itu kecuali dengan persetujuan pemilik data. Masalahnya, masih ada ketidakjelasan pengaturan kapan suatu data dikategorikan masuk ke dalam informasi terbuka atau sebagai rahasia pribadi.

 

Contoh yang paling dekat, jumlah utang seseorang. Menurut Kaprodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Amirudin, masih banyak orang yang mengkategorikan jumlah utang sebagai data pribadi. Padahal, katanya, menilik UU Perbankan jumlah utang bukanlah data pribadi, jumlah simpanan barulah dikategorikan sebagai data pribadi.

 

Untuk itu, penting dipahami adanya pembeda tegas antara informasi publik dan privat. Bila seseorang dilarang menggunakan data itu demi terlindunginya hak-hak pribadi seseorang (absolute secrecy) maka itu terkategori sebagai data pribadi.

 

Sebaliknya, bila suatu informasi boleh dipergunakan semua orang kecuali yang dilarang dan penggunaan informasi itu untuk melindungi kepentingan publik, maka itu bisa dikategorikan sebagai informasi publik. Mengingat ada hak publik yang ingin dilindungi.

 

Rincinya, ia mencontohkan data pribadi seperti NIK, Nomor KK, Akte Lahir, Sertifikat, Ijazah dan lainnya yang disubmit untuk tes CPNS. Sebetulnya, katanya, data itu bersifat personal data tapi bisa dibuka karena sejumlah argumentasi. Padahal semua data pribadi itu sebetulnya informasi yang dikecualikan untuk dibuka.

 

“Perbedaan tafsir setiap orang atas data yang tergolong data pribadi dan data terbuka sangat mengkhawatirkan,” ujarnya dalam acara Seminar Nasional Urgensi Perlindungan Data Pribadi Di Era Komunikasi Digital, Senin (19/8), di Jakarta.

 

Pakar hukum teknologi Edmon Makarim menegaskan setidaknya suatu data bisa dikategorikan sebagai data pribadi merujuk pada dua tipe, yakni data yang dengan sendirinya dapat mengidentifikasi seseorang dan/atau kumpulan informasi yang jika dikumpulkan dapat mengidentifikasi seseorang. Pemilik data bertalian erat dengan dua hak atas data pribadi itu, yakni hak kepemilikan atas data pribadinya dan hak untuk mendapatkan perlindungan atas data pribadinya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua