Kamis, 29 Agustus 2019

Arah Kebijakan OJK Hadapi Risiko Perang Dagang AS-Cina

OJK lebih berperan dari segi pembiayaan, yakni meyakinkan sektor keuangan siap mendukung program pemerintah.
Mochamad Januar Rizki
Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertanggung jawab mengawasi industri jasa keuangan yang memiliki pengaruh besar terhadap kondisi ekonomi nasional. Dampak perang dagang antara Amerika Serikat-Cina serta perlambatan ekonomi dua tahun terakhir memberi tekanan besar terhadap industri jasa keuangan. Apabila OJK tidak tepat dalam mengatur jalannya industri jasa keuangan maka berisiko buruk bagi ekonomi nasional.

 

Tantangan industri jasa keuangan tidak hanya itu. Disrupsi teknologi bak pedang bermata dua. Teknologi memberi kemudahan dan efesiensi bagi pelaku usaha serta konsumen. Sisi lain, teknologi juga memiliki risiko tinggi seperti pencurian data pribadi hingga kelemahan perangkat teknologi.

 

Masih segar dalam ingatan publik terdapat peristiwa ribuan nasabah bank tiba-tiba berubah saldonya karena gangguan sistem. Kemudian, fenomena financial technology (fintech) yang kemunculannya dibayangi dengan stigma negatif seperti penagihan kasar, bunga tinggi hingga penyebaran data pribadi.

 

Atas kondisi tersebut, hukumonline mewawancara Ketua Dewan Komisioner OJK 2017-2022, Wimboh Santoso di kantornya, Jakarta, Selasa (20/8).

 

Bagaimana dampak tekanan perang dagang AS-Cina terhadap ekonomi nasional khususnya jasa keuangan?

Sebelum saya jawab langsung pertanyaan, perlu diketahui latar belakang perang dagang ini terjadi dalam rangka upaya Amerika memperbaiki neraca perdagangan dan pembayaran terutama kepada negara-negara mitra dagang. Ternyata neraca perdagangan mereka defisit terutama Cina dan negara-negara berkembang lainnya seperti Thailand, India, even Indonesia.

 

Dari negara-negara tersebut, hanya Indonesia yang sampai saat ini belum direview GSP-nya (generalized system of preference). GSP itu adalah daftar barang yang tidak dikenakan tarif atau tarif 0 untuk bisa masuk amerika. Indonesia ada sekitar 3.500 item. Amerika melakukan itu (kenaikan tarif) karena mereka terus-menerus berat neraca perdagangan sehingga defisit. Amerika juga tidak bisa berproduksi karena barang impor murah. Ini mulanya pada tarif.

 

Sebelum masuk, perang dagang ini mulanya ada hubungannya dengan teknologi. Teknologi bisa membawa apa saja penemuan-penemuan baru yang bisa dibawa ke negara berkembang. Sekarang barang-barang seperti tekstil, mainan atau barang-barang supporting industri, manufacturing, sparepart sekarang semua bisa dibuat di negara-negara emerging market yang upahnya lebih murah dan barangnya ada semua. Sehingga negara-negara maju terutama Amerika enggak kompetitif lagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua