Selasa, 03 September 2019

Ini Harapan Presiden Jokowi dalam Konferensi Nasional HTN VI

Desain hukum tata negara harus lebih fleksibel dan responsif pada perubahan zaman. Bisa berjalan cepat dan selamat untuk merespon perubahan.
Normand Edwin Elnizar
Presiden Jkowi saat membuka Konferensi Nasional HTN VI di Istana Negara, Senin (2/9). Foto: RES

Presiden Joko Widodo meminta solusi atas curhatnya kepada ratusan ahli hukum tata negara dalam pembukaan Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) Ke-VI di Istana Negara Jakarta, Senin (2/9). “Tolong dipikirkan dan tolong dirancang,” katanya di hadapan para ahli hukum tata negara peserta konferensi yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Tercatat ada 250 orang peserta konferensi bertema ‘Membentuk Kabinet Presidensial yang Efektif’ kali ini.

 

Presiden Jokowi mengungkapkan, kesulitannya berurusan dengan urusan hukum terutama hukum tata negara sepanjang masa kepemimpinan sebagai Presiden periode 2014-2019. Sering ia merasa dirinya dan para penyelenggara negara terjerat berbagai ketentuan hukum dan undang-undang yang tidak fleksibel. Akibatnya berbagai inovasi dan terobosan demi kemajuan negara harus terhambat.

 

“Menurut saya hukum harus memberikan fleksibilitas yang lincah, yang penting berjalan cepat dan selamat untuk merespon perubahan,” ujarnya.

 

Presiden Jokowi berpendapat bahwa kerangka hukum tata negara dan hukum administrasi Indonesia saat ini belum cukup fleksibel. Berbagai pola hubungan antara lembaga negara satu sama lain tidak memberikan ruang yang cukup agar pemerintahan berjalan efisien dan bisa bergerak cepat. “Titip ditelaah ulang apakah sudah fleksibel? Yang saya rasakan belum,” katanya.

 

Secara khusus Presiden Jokowi juga mengungkapkan kritiknya pada desain hukum tata negara dan hukum administrasi negara saat ini. Ia mengharapkan ada desain baru yang bisa menghilangkan ego sektoral antar instansi. Seluruh lembaga negara diharapkan benar-benar mampu bekerja sebagai satu kesatuan besar yang terintegrasi.

 

Dengan demikian pemerintahan bisa cepat dalam mengambil dan mengeksekusi kebijakan. Dampak lainnya adalah tercipta sistem berkelanjutan tanpa bergantung figur yang memimpin instansi terkait.

 

Ia juga meminta para peserta konferensi berperan aktif untuk merumuskan konsep hukum tata negara dan hukum administrasi negara yang lebih responsif. “Dunia berubah sangat cepat, banyak hal baru namun belum ada regulasinya,” ia menambahkan.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua