Selasa, 10 September 2019

Mengenal Krypto Kontrak: Eksekusi Otomatis Beragam Kontrak dalam Satu Teknologi

Menggunakan metode transaksi cryptocurrencies memudahkan para pihak untuk langsung mengeksekusi perjanjian melalui teknologi krypto kontrak bila terjadi kondisi breach of contract.
Hamalatul Qur'ani
Diskusi bertajuk Deconstructing Smart Contracts On and Off Distributed Ledgers, pada pagelaran Techlaw Fest 2019, Kamis (5/9). Foto: HMQ

Pernahkah anda bertransaksi menggunakan mesin penjual minuman botol otomatis? Tanpa anda sadari, skema penjualan pada mesin otomatis itu kurang lebih menggambarkan bagaimana suatu krypto kontrak atau dikenal juga dengan smart contract (SC) bekerja. Anda bernegosiasi dengan harga, menentukan pilihan, membayar baik menggunakan cash ataupun e-money, mengkonfirmasi pembelian dan akhirnya memperoleh minuman yang anda inginkan.

 

“Bisa dikatakan, mesin penjual otomatis itu merupakan kakek buyut (cikal bakal) lahirnya smart contract,” terang Executive Education Fellow, NUS School of Computing, Claudia Marcusson dalam diskusi bertajuk Deconstructing Smart Contracts On and Off Distributed Ledgers, pada pagelaran Techlaw Fest 2019, Kamis (5/9).

 

Menggunakan metode transaksi cryptocurrencies tentu memudahkan para pihak untuk langsung mengeksekusi perjanjian melalui teknologi krypto kontrak bila terjadi kondisi breach of contract. Sifat ‘self-excecuting’ inilah yang secara tegas membedakan mana yang merupakan smart contract dan mana yang merupakan kontrak konvensional biasa. Kontrak biasa, hanya mendefinisikan apa saja aturannya dan bagaimana hukuman (penalties) yang diterapkan.

 

Ketika memasuki kondisi sepakatnya kedua belah pihak, maka pengesahan keberlakuan SC diverifikasi ke address para pihak untuk mencapai consensus. Consensus meliputi kesepakatan untuk menggunakan jenis cryptocurrency tertentu untuk mengeksekusi kontrak. Pasca disepakatinya consensus itu, maka apa-apa yang telah tertuang dalam SC tak bisa lagi diubah, karena itulah sifatnya dikenal Immutable.

 

Keuntungannya, eksekusi otomatis ini tentu akan memangkas keberadaan intermediaries (perantara dalam transaksi) dalam pembuktikan keabsahan transaksi itu. Tak heran, distribusi dokumen ke banyak address jelas akan membuat salinan kontrak asli sulit diubah sehingga tak lagi diperlukan keterangan intermediaries.

 

Pada akhirnya, penggunaan SC dapat meningkatkan kepercayaan para pihak dalam merancang kontrak, mengingat dokumen juga tersimpan aman secara terenkripsi dalam sebuah teknologi yang dikenal dengan distributed ledger (DL).

 

Sebagai informasi, DL merupakan suatu sistem pencatat transaksi secara identic di banyak computer (desentralisasi dokumen). Dengan begitu, katanya, kemungkinan manipulasi kontrak oleh pihak ketiga dapat diantisipasi sejak awal melalui DL. “Dokumen-dokumen juga akan diduplikasi dalam jumlah yang sangat banyak, jadi sulit diubah,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua