Selasa, 04 February 2020

Ketika Novel Baswedan Lebih Dihargai di Luar Negeri 

Novel menerima penghargaan dari lembaga antikorupsi Malaysia.
Aji Prasetyo
Novel Baswedan. Foto: RES

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menerima penghargaan International Anti-Corruption Award 2020 dari National Center For Governance, Integrity and Anticorruption (GICC) atau lembaga antikorupsi Malaysia. Penghargaan diberikan karena konsistensi Novel memberantas korupsi meskipun mengalami berkali-kali mengalami penyerangan. 

 

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah mengatakan, dalam catatannya belum pernah ada penyidik, penyelidik maupun penuntut umum dalam perkara korupsi yang diberi penghargaan langsung oleh negara, bukan instansi. Sebab menurutnya bagaimana pun juga negara berkewajiban untuk memberantas korupsi dengan instrumen negara yaitu KPK, kepolisian, dan kejaksaan. 

 

"Jadi memang tanggung jawabnya seperti itu. Tapi lain soal apabila masyarakat yang melapor kasus korupsi dan ternyata terbukti ada indikasi korupsinya. Negara akan memberikan penghargaan sesuai dengan PP 43/2018," ujarnya. 

 

Jangankan penghargaan, kewajiban negara untuk melindungi warga negaranya termasuk aparat penegak hukum pun gagal dilakukan. Dalam konteks Novel Baswedan misalnya, negara dianggap tidak hadir memberi rasa aman dan nyaman pada saat Novel sedang melakukan upaya penegakan hukum dalam perkara tindak pidana korupsi.

 

"Presedennya yaitu lamanya proses pengungkapan kasus NB (Novel Baswedan) yang memakan waktu hampir 1000 hari. Pun, aktor yang ditetapkan oleh polisi belum menyentuh aktor intelektual," pungkasnya.

 

Padahal apabila merujuk laporan yang dikeluarkan oleh Komnas HAM, terdapat tiga aktor yang bertindak melakukan kekerasan terhadap Novel yaitu aktor perencana, aktor pengintai, dan aktor lapangan. Ketika negara tidak menuntaskan kasus penyerangan Novel hingga aktor intelektual maka negara dianggap tidak hadir dan tidak menghargai kerja-kerja yang selama ini dilakukan olehnya.

 

Meskipun negara memang telah memberikan biaya pengobatan untuk Novel, lanjut Wana, tindakan tersebut bukan dalam kategori "penghargaan", melainkan memang kewajiban negara memberikan perawatan bagi aparat negara yang sedang melakukan upaya pengungkapan kasus korupsi. Lebih lanjut ia menilai penghargaan yang diterima oleh Novel merupakan suatu pencapaian bagi kerja-kerja pemberantasan korupsi yang telah didedikasikan selama ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua